Deepseek Tumbangkan OpenAI & Meta! Mengapa Amerika Jadi Panik dengan Kejayaan AI Ini?

Teknologi Terkini - Diposting pada 28 January 2025 Waktu baca 5 menit

deepseek.com

DIGIVESTASI - Sebuah laboratorium kecerdasan buatan (AI) dari Tiongkok yang kurang dikenal disebut telah menimbulkan kecemasan di Silicon Valley, pusat industri teknologi Amerika Serikat. Hal ini dipicu oleh rilis model AI terbaru dari laboratorium tersebut yang diklaim mampu mengalahkan produk AI yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan terkemuka asal AS. Kejutan lainnya, model AI dari Tiongkok yang diberi nama DeepSeek dikembangkan dengan biaya yang jauh lebih murah, menggunakan chip yang kurang bertenaga.

 

Mengutip laporan CNBC pada Senin (27/1/2025), DeepSeek AI baru saja meluncurkan model bahasa besar sumber terbuka gratis pada awal Desember lalu. Dalam pengembangan model ini, DeepSeek hanya membutuhkan waktu dua bulan dan biaya kurang dari USD 6 juta. Mereka juga menggunakan chip H800 dari Nvidia, yang memiliki kapasitas rendah, namun berhasil membangun model AI yang dianggap mampu menyaingi produk-produk perusahaan global saat ini.

 

Kemajuan ini menimbulkan kekhawatiran di AS, yang mulai khawatir kehilangan dominasi dalam teknologi kecerdasan buatan. Sebelumnya, DeepSeek juga meluncurkan DeepSeek r1, sebuah model penalaran yang berhasil mengungguli model serupa, O1, dari OpenAI dalam serangkaian uji coba pihak ketiga.

 

CEO Microsoft, Satya Nadella, dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Rabu lalu, membahas tentang DeepSeek. “Melihat model AI baru DeepSeek, saya sangat terkesan dengan cara mereka mengembangkan open source yang sangat efektif dan efisien dalam komputasi,” ujar Nadella. Ia juga menegaskan pentingnya respon yang serius dari perusahaan-perusahaan teknologi AS terkait dengan perkembangan AI dari Tiongkok ini.

 

Meskipun DeepSeek memiliki potensi besar yang diyakini dapat melampaui perusahaan-perusahaan AS, mereka tetap menghadapi tantangan dari pembatasan semikonduktor dan chip yang diterapkan oleh pemerintah AS terhadap Tiongkok. Pembatasan ini memutuskan akses Tiongkok pada chip canggih H100 milik Nvidia. Namun, pencapaian terbaru DeepSeek menunjukkan bahwa laboratorium ini mulai menemukan cara untuk mengatasi pembatasan tersebut, membuktikan bahwa hambatan ekspor semikonduktor tidak menghalangi kemajuan mereka.

 


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: liputan6.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :