Daftar Negara yang Melarang & Memblokir DeepSeek, Apa Alasannya?

Teknologi Terkini - Diposting pada 31 January 2025 Waktu baca 5 menit

ILLUSTRASI

DIGIVESTASI - Sejumlah Negara Batasi dan Blokir DeepSeek, Chatbot AI Asal China, Beberapa negara mulai menerapkan pembatasan hingga pemblokiran terhadap DeepSeek, chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) asal China.

 

DeepSeek pertama kali merilis model AI pada 2023, diikuti dengan peluncuran model terbaru, DeepSeek R1, pada November 2024. Platform antarmuka chatbot ini kemudian diperkenalkan pada Januari 2025.

 

Dalam waktu singkat, DeepSeek berhasil menjadi salah satu chatbot AI paling populer di dunia. Aplikasi selulernya bahkan menjadi yang paling banyak diunduh di Australia, Kanada, China, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat.

 

Namun, meskipun popularitasnya meningkat, beberapa negara mulai membatasi dan bahkan memblokir DeepSeek dengan alasan keamanan dan privasi data.

 

Berikut adalah daftar negara yang telah menerapkan pembatasan terhadap aplikasi AI DeepSeek.

 

1. Amerika Serikat

Meskipun memiliki banyak pengguna di AS, sejumlah lembaga pemerintah telah melarang penggunaan DeepSeek.

 

Dilaporkan oleh CNBC pada Selasa (28/1/2025), Angkatan Laut AS mengeluarkan peringatan kepada seluruh anggotanya untuk tidak menggunakan DeepSeek dalam bentuk apa pun sejak Jumat (24/1/2025).

 

Larangan ini mencakup penggunaan untuk kepentingan pekerjaan maupun pribadi, termasuk mengunduh, menginstal, dan mengakses aplikasi tersebut.

 

Pihak militer AS menyoroti potensi risiko keamanan serta isu etika yang terkait dengan asal-usul dan penggunaan teknologi DeepSeek.

 

Selain Angkatan Laut, Departemen Pertahanan AS juga tengah berupaya memblokir aplikasi ini setelah mendeteksi aktivitas sejumlah pegawainya yang terhubung ke DeepSeek dalam dua hari terakhir.

 

Menurut laporan TechCrunch, Kamis (30/1/2025), beberapa pegawai Departemen Pertahanan sempat menggunakan DeepSeek dan menghubungkan komputer kerja mereka ke server di China.

 

Sebagai respons, Pentagon mulai memblokir akses DeepSeek di beberapa jaringan pemerintah, meskipun masih ada sejumlah pegawai yang dapat mengakses layanan tersebut.

 

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran Pemerintah AS terhadap dampak keamanan nasional dari pesatnya pertumbuhan pengguna DeepSeek di negara itu.

 

2. Australia

Di Australia, Menteri Keuangan Jim Chalmers pada Rabu (29/1/2025) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan DeepSeek.

 

Pemerintah Australia saat ini sedang memantau perkembangan teknologi tersebut dengan cermat.

 

Menteri Perindustrian dan Sains Ed Husic juga menekankan pentingnya memperhatikan aspek privasi dan pengelolaan data dalam aplikasi DeepSeek.

 

Sementara itu, dilansir dari WA Today pada Jumat (31/1/2025), perusahaan keamanan siber terbesar di Australia, CyberCX, mendesak pemerintah serta penyedia infrastruktur penting untuk melarang DeepSeek.

 

CyberCX menilai bahwa aplikasi ini berisiko membagikan data pengguna kepada pihak China, termasuk badan intelijennya.

 

3. Irlandia

Senator Irlandia, Fianna Fail Malcolm Byrne, mengingatkan masyarakat dan pelaku bisnis untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan DeepSeek.

 

Menurutnya, data pengguna Irlandia dilindungi dengan baik ketika disimpan di Uni Eropa, tetapi tidak ada jaminan perlindungan jika data tersebut tersimpan di China.

 

Dikutip dari RTE pada Kamis (30/1/2025), Komisi Perlindungan Data Irlandia (DPC) telah meminta informasi terkait bagaimana DeepSeek memproses data pengguna dari Irlandia.

 

Namun, hingga saat ini, DeepSeek belum memberikan respons atas permintaan tersebut.

 

4. Italia

Italia menjadi negara pertama yang secara resmi memblokir akses ke DeepSeek.

 

Menurut laporan Reuters pada Kamis (30/1/2025), otoritas perlindungan data Italia, Garante, telah meminta penjelasan kepada DeepSeek mengenai data pengguna yang dikumpulkan, sumber data, tujuan pengumpulan, dasar hukum, serta lokasi penyimpanan data tersebut.

 

Namun, DeepSeek tidak memberikan jawaban atas permintaan tersebut.

Sehari kemudian, Pemerintah Italia mengambil langkah tegas dengan memblokir akses DeepSeek, menilai bahwa aplikasi ini kurang transparan dalam penggunaan data pribadi penggunanya.

 

Mulai Rabu (29/1/2025), DeepSeek tidak lagi tersedia di App Store maupun Google Play di Italia.

 

Keputusan ini diambil sebagai langkah perlindungan terhadap data pengguna di Italia. Otoritas Garante juga telah membuka penyelidikan lebih lanjut terhadap aplikasi tersebut.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: kompas.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.