Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 31 January 2025 Waktu baca 5 menit
Indeks Nasdaq dan S&P 500 berhasil mencatatkan kenaikan pada perdagangan Selasa, 28 Januari 2025, setelah mengalami penurunan tajam sebelumnya. Kenaikan ini terjadi setelah aksi jual saham yang dipicu oleh kekhawatiran terhadap perusahaan rintisan China, DeepSeek, serta potensi dampak negatif dari kecerdasan buatan (AI) yang dapat menekan biaya pada perusahaan teknologi besar (big tech).
Menurut laporan Yahoo Finance pada Rabu, 29 Januari 2025, saham Nvidia mengalami lonjakan hampir 9 persen, pulih setelah kapitalisasi pasar mengalami penurunan drastis sebesar USD 589 miliar pada sesi sebelumnya.
Berkat penguatan saham Nvidia, indeks Nasdaq melesat lebih dari 2 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan lebih dari 3 persen. Sementara itu, indeks S&P 500 naik sebesar 0,9 persen, dan Dow Jones bertambah 0,3 persen.
Sektor Teknologi Alami Pembalikan Terbesar dalam Dua Tahun
Sektor teknologi mencatatkan pembalikan terbesar dalam dua hari terakhir lebih dari dua tahun setelah mencatatkan penurunan terburuk sejak Maret 2020 pada Senin, 27 Januari 2025. Saham mulai memangkas kerugian yang terakumulasi setelah penurunan besar pada saham-saham teknologi awal pekan ini, yang sebagian dipengaruhi oleh rumor mengenai model AI DeepSeek yang lebih murah.
Kekhawatiran tentang potensi dampak DeepSeek terhadap dominasi Amerika Serikat dalam pengembangan AI ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan produsen chip dan perusahaan teknologi lainnya untuk memenuhi ekspektasi pendapatan yang tinggi.
Dengan adanya risiko yang ditimbulkan oleh DeepSeek, perhatian utama pasar kini tertuju pada hasil kinerja keuangan perusahaan teknologi besar yang akan diumumkan dalam minggu ini, termasuk Apple, Tesla, Meta, dan Microsoft.
Pasar Fokus pada Kebijakan Tarif Trump
Investor juga mengamati dengan cermat pernyataan Presiden Donald Trump yang memperkenalkan kebijakan tarif yang lebih ketat, serta menanti keputusan suku bunga yang akan diumumkan oleh Federal Reserve pada Rabu ini. Dampak dari kebijakan tersebut akan menjadi bagian penting dalam diskusi pasar ke depannya.
Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, dengan memperhitungkan data ekonomi yang solid baru-baru ini.
Dolar AS menguat setelah munculnya ancaman tarif baru dari Trump, yang kembali memicu kekhawatiran tentang potensi perang dagang. Fokus pasar sempat beralih ke kebuntuan singkat dengan Kolombia. Trump juga menyatakan keinginannya untuk mengenakan tarif universal yang jauh lebih besar daripada tarif 2,5 persen yang sebelumnya direncanakan oleh Menteri Keuangan baru, Scott Bessent, untuk diperkenalkan secara bertahap.
Sumber: Yahoo Finance
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.