Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 28 April 2025 Waktu baca 5 menit
Apple mempercepat upayanya untuk memindahkan produksi iPhone ke India setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif tinggi saat pelantikannya. Namun, China disebutkan aktif berusaha memperlambat proses relokasi ini.
Menurut laporan Financial Times, Apple menargetkan pada akhir 2026 seluruh iPhone yang dijual di Amerika Serikat akan diproduksi di India. Ini menandakan komitmen Apple untuk mengurangi ketergantungan produksinya terhadap China.
Berdasarkan data dari International Data Corporation, pasar Amerika Serikat menyumbang sekitar 28% dari total 232,1 juta unit iPhone yang dikirim secara global sepanjang 2024. Dengan begitu, Apple perlu memproduksi lebih dari 60 juta unit per tahun di India untuk mencapai tujuan tersebut.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, Apple harus menggandakan kapasitas produksinya di India, di mana mereka telah bekerja sama dengan Tata Electronics dan Foxconn dalam mengembangkan fasilitas produksi.
Langkah percepatan ini muncul setelah Trump memberlakukan tarif hingga 125% untuk produk impor asal China. Meski tarif baru ditangguhkan selama 90 hari, ketegangan perdagangan tetap menjadi ancaman nyata.
Saat ini, Apple lebih agresif memperluas aktivitas manufakturnya di India. Menurut Reuters, sejak Maret lalu, Apple telah mengirimkan sekitar 600 ton iPhone ke Amerika Serikat melalui enam penerbangan kargo.
Untuk mendukung pengiriman tersebut, Apple bekerja sama dengan pemerintah India untuk menciptakan "koridor hijau" di Bandara Chennai, mempercepat waktu pemeriksaan bea cukai dari 30 jam menjadi hanya 6 jam.
Selain itu, Apple memperpanjang jam operasional pabrik Foxconn di India, termasuk produksi di hari Minggu, untuk memenuhi lonjakan kebutuhan produksi. Ini mempertegas peran strategis India dalam rencana diversifikasi Apple.
Namun di sisi lain, otoritas China dilaporkan berupaya menghambat ekspansi Apple dengan menahan atau menolak pengiriman alat produksi ke India tanpa alasan jelas, menurut The Information.
Proses persetujuan ekspor peralatan dari China ke India yang biasanya memakan dua minggu kini membengkak menjadi hingga empat bulan, memperlambat proses relokasi Apple.
Dalam salah satu kasus, China menolak izin ekspor mesin penting untuk produksi uji coba iPhone 17, sehingga pemasok Apple terpaksa mendirikan perusahaan baru di Asia Tenggara untuk menghindari hambatan tersebut.
Saat ini, sekitar 20% produksi iPhone Apple telah berlokasi di India. Meski demikian, Apple dilaporkan menargetkan untuk memindahkan sekitar 50% produksi iPhone dari China dalam jangka panjang.
Langkah besar ini mencerminkan perubahan historis bagi Apple, yang selama hampir dua dekade mengandalkan China sebagai pusat manufakturnya dan fondasi pertumbuhan hingga menjadi perusahaan bernilai triliunan dolar.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.