Bagaimana nasib UMKM Indonesia setelah TikTok mengakuisisi Tokopedia?

Teknologi Terkini - Diposting pada 06 August 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mengungkap kondisi terkini UMKM setelah akuisisi Tokopedia oleh TikTok. Staf Khusus Menkop UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Fiki Satari, menyatakan bahwa hampir 80% ekonomi digital e-commerce di Indonesia saat ini dikuasai oleh platform asing akibat akuisisi tersebut. Menurutnya, regulasi investasi di Indonesia masih sangat longgar terkait platform e-commerce. "Tokopedia dulu adalah platform lokal terbaik sebelum diakuisisi, dengan posisi kedua dalam pangsa pasar e-commerce," ujarnya dalam diskusi di KemenKopUKM, Jakarta, Selasa (6/8/2024).

 

Fiki juga menyoroti bahwa TikTok dan Tokopedia masih dominan mempromosikan produk impor tanpa mencantumkan nomor impor resmi. Ia menekankan perlunya pengawasan bersama antara pemerintah dan masyarakat terhadap produk impor di platform e-commerce. 

 

Pengawasan ini diperlukan untuk melindungi produk lokal dari serbuan produk impor yang dijual secara daring. Berdasarkan data KemenKopUKM, 74% produk di e-commerce berasal dari impor. "Tapi dengan banyaknya barang yang dijual di e-commerce, sulit bagi Kemenkop UKM untuk memeriksa semuanya sendirian. Kami berharap ke depan ada komite khusus untuk menangani ini," jelasnya.

 

Direktur Utama Smesco Indonesia, Wientor Rah Mada, menegaskan bahwa UMKM tidak diuntungkan oleh merger TikTok dengan Tokopedia. Sejalan dengan Fiki, Wientor menyatakan bahwa Shop Tokopedia, yang merupakan perubahan dari TikTok Shop setelah bergabung dengan Tokopedia, masih banyak mempromosikan produk impor. Bahkan, produk yang dipromosikan dalam program "Beli Lokal" oleh Shop Tokopedia ternyata adalah produk impor. Wientor menegaskan bahwa satu-satunya pihak yang paling diuntungkan dari merger ini adalah pemilik saham, sementara negara dan pekerja lokal dirugikan dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 450 karyawan Tokopedia setelah diakuisisi oleh TikTok. "Pertanyaannya adalah apakah akuisisi ini memberikan manfaat? Saya pikir belum, sampai saat ini," ujar Wientor.

 

Diketahui, Tokopedia mengumumkan bahwa mereka telah merampungkan migrasi TikTok Shop ke Shop Tokopedia sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 pada 27 Maret 2024. Pihak Tokopedia-TikTok juga telah bertemu dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 2 April 2024 untuk membahas perkembangan kolaborasi antara TikTok dan Tokopedia.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :