Amerika Ketar-Ketir Akibat Kemajuan Teknologi China

Teknologi Terkini - Diposting pada 19 May 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - AS khawatir Tiongkok menyalahgunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sebagai tanggapan, para pejabat Beijing mengecam Washington atas pembatasan dan tekanannya terhadap teknologi AI. Hal ini terjadi sehari setelah pertemuan  membahas  teknologi  di Jenewa, Swiss. Diketahui, terjadi pertemuan tertutup  antara utusan tingkat tinggi AS dan China.

 

Pertemuan tersebut membahas risiko AI dan cara  mengelolanya. Inti pembicaraannya adalah adanya ketegangan antara Beijing dan Washington terkait kemajuan teknologi yang telah lama menjadi konflik  hubungan bilateral kedua negara.  
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Adrienne Watson mengungkapkan bahwa Tiongkok dan Amerika Serikat bertukar pandangan mengenai pendekatan mereka terhadap keamanan AI dan manajemen risiko  dalam sebuah diskusi. Beijing mengatakan kedua pihak bertukar pandangan secara menyeluruh, profesional dan konstruktif.

 

 Pembicaraan pertama antara AS dan Tiongkok mengenai AI merupakan hasil pertemuan  November lalu antara Presiden Joe Biden dan Xi Jinping di San Francisco. 

 

“Amerika Serikat menekankan pentingnya memastikan sistem AI yang aman, terjamin, dan dapat dipercaya untuk mewujudkan manfaat AI dan terus membangun konsensus global atas dasar ini,” kata Watson, dikutip  APNews, Sabtu (18 Mei 2024). . Watson menambahkan, Amerika Serikat juga telah menyatakan keprihatinannya terhadap penyalahgunaan AI, khususnya di Tiongkok. Namun, dia tidak merinci jenis pelecehan atau pelaku lain di baliknya. 


Pada saat yang sama, Beijing menyatakan sikap tegasnya terhadap pembatasan dan tekanan AS terhadap negara tersebut di bidang kecerdasan buatan, Pernyataan dari Departemen Urusan Amerika Utara dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Quoc, menulis dalam sebuah artikel yang diposting di media sosial. jaringan. 


Helen Toner, seorang analis di Pusat Keamanan dan Teknologi Berkembang di Georgetown, mengatakan penentu keberhasilan pembicaraan ini adalah apakah hasil  pertemuan tersebut dapat dipertahankan di masa depan atau tidak. 
Keberadaan AI sendiri berdampak besar terhadap gaya hidup, pekerjaan, pertahanan, budaya, politik dan masih banyak lagi.  

 

Beberapa anggota parlemen AS telah menyatakan kekhawatirannya bahwa Tiongkok dapat mendukung penggunaan deepfake yang dihasilkan oleh AI untuk menyebarkan disinformasi politik. Namun, tidak seperti AS, Tiongkok telah mengeluarkan serangkaian undang-undang baru yang melarang pemalsuan AI yang manipulatif.

 


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :