Aliansi BYD-DeepSeek Ancam Dominasi Tesla di Pasar EV!

Teknologi Terkini - Diposting pada 14 February 2025 Waktu baca 5 menit

Saham Tesla Anjlok 6% Setelah BYD Umumkan Teknologi Kendaraan Otonom

Saham Tesla Inc. mengalami penurunan tajam sebesar 6% pada Selasa (11/2/2025) setelah pesaingnya dari Tiongkok, BYD, mengungkapkan rencana ambisius untuk mengembangkan teknologi kendaraan otonom bekerja sama dengan perusahaan kecerdasan buatan DeepSeek.

 

Startup AI tersebut berencana menghadirkan sistem autopilot serupa dengan teknologi milik Tesla di hampir semua model kendaraan baru BYD, meningkatkan tekanan persaingan bagi perusahaan milik Elon Musk.

 

Kekhawatiran investor semakin meningkat seiring dengan laporan yang menyebutkan bahwa Musk tengah memimpin kelompok investor yang berniat mengakuisisi OpenAI, yang menambah ketidakpastian terhadap strategi bisnis Tesla ke depan.

 

Kapitalisasi Pasar Tesla Tergerus US$200 Miliar

Tekanan terhadap saham Tesla telah berlangsung selama lima hari berturut-turut, dengan total penurunan mencapai hampir 17%, hingga menyentuh harga US$328,50 per lembar (sekitar Rp6,2 juta). Penurunan ini menghapus lebih dari US$200 miliar (Rp3,2 triliun) dari kapitalisasi pasarnya, sebagaimana dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (12/2/2025).

 

Sebagai rival terbesar Tesla di industri kendaraan listrik global, BYD mengumumkan bahwa sedikitnya 21 model terbaru mereka akan dilengkapi dengan teknologi mengemudi otomatis, termasuk fitur parkir otomatis dan navigasi di jalan raya.

 

Saat ini, Tesla sendiri belum menghadirkan layanan robotaxi dan kendaraan listriknya masih mengharuskan pengemudi manusia tetap berada di belakang kemudi untuk dapat mengendalikan kendaraan atau melakukan pengereman kapan saja.

 

Pada panggilan pendapatan bulan lalu, Elon Musk menegaskan bahwa Tesla menargetkan peluncuran "Full Self-Driving System Without Supervision" serta layanan berbagi tumpangan tanpa pengemudi di Austin, Texas, pada Juni 2025.

 

Sementara itu, Waymo, perusahaan milik Alphabet, telah lebih dulu mengoperasikan layanan robotaxi di Austin serta beberapa wilayah lain seperti Phoenix dan San Francisco.

 

Persaingan di Industri Robotaxi Semakin Ketat

Analis dari Morgan Stanley menilai bahwa persaingan antara Waymo, Tesla, dan sejumlah perusahaan asal Tiongkok menjadi faktor utama dalam perjalanan menuju komersialisasi kendaraan otonom.

 

"Dalam pandangan kami, persaingan di sektor ini akan menjadi pendorong utama dalam perkembangan industri robotaxi," tulis analis Morgan Stanley dalam catatan mereka kepada klien pasca-pengumuman BYD.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.