Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 25 June 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Gangguan Pusat Data Nasional Sementara Akibat Ransomware Brain Chiper. Pusat Data Nasional Sementara mengalami gangguan sejak Kamis (20/6) akibat serangan Brain Chiper Ransomware. Ahli IT menilai insiden ini sebagai sesuatu yang luar biasa
Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom, Alfons Tanujaya, menyatakan bahwa ransomware apapun jenisnya akan menghilangkan jejak begitu masuk ke suatu sistem. "Tidak ada yang luar biasa dengan ransomware baru apapun namanya. Yang luar biasa parah adalah data center sekelas Pusat Data Nasional bisa sampai terkena ransomware," ujar Alfons kepada Katadata.co.id, Senin (24/6).
Alfons menambahkan bahwa sangat menyedihkan jika hacker berhasil mencuri data di Pusat Data Nasional Sementara. "Jika data berhasil diambil, ini mengindikasikan ransomware telah bercokol di sistem untuk waktu yang lama, cukup lama hingga menyalin data server," tambahnya.
Menurut sumber dari laman Cyberint dan Flare Cyber, Brain Chiper Ransomware berbahaya karena menggunakan teknik enkripsi canggih dan taktik pemerasan ganda. Selain mengenkripsi data, hacker mencuri informasi sensitif dan mengancam untuk mempublikasikannya jika tebusan tidak dibayar.
Dalam kasus Pusat Data Nasional Sementara, hacker meminta tebusan sebesar US$ 8 juta atau sekitar Rp 131 miliar (Kurs Rp 16.457 per US$).
Insiden akibat Brain Chiper Ransomware seringkali mengakibatkan kerusakan signifikan, termasuk gangguan operasional besar-besaran dan kebocoran data sensitif, seperti yang terjadi pada Crinetics Pharmaceuticals dan Virginia Union University. Organisasi yang terkena serangan ransomware ini sering mengalami kesulitan dalam pemulihan, bahkan jika mereka memiliki backup data. Hal ini karena kemampuan ransomware untuk menargetkan dan mengenkripsi atau menghapus backup data, membuat proses pemulihan menjadi lebih rumit dan mahal.
Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, menambahkan bahwa kementerian melakukan investigasi digital forensik terkait penyebab gangguan Pusat Data Nasional Sementara. "Kami masih berproses. Ini varian baru, jadi kami berkoordinasi dengan berbagai organisasi baik dalam maupun luar negeri untuk menangani serangan ransomware ini. Saat ini belum bisa dijabarkan lebih detail," kata Semuel.
Kominfo akan menyampaikan hasil temuan tersebut kepada kementerian dan lembaga serta perusahaan yang menggunakan Pusat Data Nasional Sementara. BSSN, Kominfo, Kepolisian, dan KSO Telkom Sigma Lintasarta masih berupaya melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab gangguan di Pusat Data Nasional Sementara.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: msn.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.