Warren Buffett Pegang Rp 5.239 T! Apakah Dia Menyerah Berinvestasi di Saham?

Saham News - Diposting pada 24 February 2025 Waktu baca 5 menit

Johannes Eisele / AFP via Getty Images file

Warren Buffett: Berkshire Hathaway Tetap Memilih Investasi Bisnis Ketimbang Menimbun Uang Tunai

CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett, menegaskan bahwa perusahaannya lebih memilih memiliki bisnis operasional dibandingkan sekadar menumpuk uang tunai dan surat berharga.

 

Dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham yang dirilis pada Sabtu (22/2/2025), Buffett mengungkapkan bahwa meskipun kepemilikan saham Berkshire mengalami penurunan tahun lalu, nilai dari bisnis operasionalnya justru meningkat. Saat ini, Berkshire mengoperasikan berbagai anak perusahaan di berbagai sektor industri, termasuk kereta api, utilitas, dan asuransi.


 

Rekor Cadangan Kas & Surat Utang Negara Capai US$ 321,4 Miliar

Tingginya cadangan uang tunai dan surat utang negara yang dimiliki Berkshire Hathaway belakangan ini menjadi sorotan investor. Pada akhir tahun 2024, Berkshire mencatat kepemilikan kas dan surat utang negara sebesar US$ 321,4 miliar atau sekitar Rp 5.239 triliun (asumsi kurs Rp 16.300/US$). Jumlah tersebut mencetak rekor tertinggi dan naik 3,6% dari tiga bulan sebelumnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Buffett menegaskan bahwa meskipun posisi kas Berkshire terlihat sangat besar, sebagian besar aset perusahaan tetap diinvestasikan dalam ekuitas.

 

"Meskipun banyak pihak menyoroti besarnya kas Berkshire, mayoritas dana kami tetap berada dalam bentuk ekuitas. Preferensi ini tidak akan berubah," tulis Buffett.


 

Berkshire Tetap Fokus pada Investasi Saham

Buffett mengakui bahwa kepemilikan Berkshire atas ekuitas yang dapat diperdagangkan menurun tahun lalu. Namun, ia meyakinkan bahwa strategi investasi perusahaannya tetap konsisten.

 

"Pemegang saham Berkshire dapat yakin bahwa sebagian besar uang mereka akan selalu kami investasikan dalam bentuk ekuitas, terutama saham Amerika, meskipun banyak dari perusahaan tersebut beroperasi di pasar internasional," jelas Buffett.

 

Buffett juga menegaskan bahwa Berkshire tidak akan pernah lebih memilih kepemilikan aset setara kas dibandingkan dengan bisnis yang memiliki fundamental kuat, baik sebagai pemegang saham mayoritas maupun minoritas.

 

Saat ini, Buffett dan timnya terus mencari peluang investasi baru, terutama di tengah rekor tertinggi indeks S&P 500 dalam beberapa hari terakhir.


 

Ekspansi Berkshire ke Pasar Jepang

Meskipun fokus utama Berkshire tetap pada investasi di Amerika Serikat, Buffett menyoroti pertumbuhan investasi perusahaan di Jepang.

Pada Juli 2019, Berkshire mulai membeli saham di lima perusahaan dagang Jepang:

  • Itochu,
  • Marubeni,
  • Mitsubishi,
  • Mitsui, dan
  • Sumitomo.

 

Setahun lalu, Buffett menyatakan bahwa Berkshire telah memiliki 9% saham di masing-masing perusahaan tersebut dan berkomitmen untuk tidak meningkatkan kepemilikan di atas 9,9%.

 

Namun, dalam surat terbarunya, Buffett mengungkapkan bahwa Berkshire mendapat restu dari perusahaan-perusahaan tersebut untuk menambah kepemilikan sahamnya.

 

"Saat kami mendekati batas kepemilikan yang telah disepakati, kelima perusahaan sepakat untuk melonggarkan batas tersebut secara moderat," kata Buffett. "Ke depannya, kepemilikan Berkshire atas kelima perusahaan ini mungkin akan meningkat."

 

Hingga akhir tahun 2024, nilai pasar kepemilikan saham Berkshire di Jepang telah mencapai US$ 23,5 miliar.


 

Berkshire Tetap Konsisten Tidak Membayar Dividen

Buffett juga menyinggung kebijakan Berkshire Hathaway yang tidak membayar dividen, kecuali satu kali pada tahun 1967.

 

Menurutnya, keputusan untuk menginvestasikan kembali keuntungan perusahaan ketimbang membagikan dividen telah menghasilkan keuntungan luar biasa.

 

Sebagai bukti keberhasilan strategi ini, nilai pasar Berkshire telah melampaui US$ 1 triliun pada tahun lalu.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.