Strategi Sukses BRI! Fokus UMKM & Tata Kelola Kuat Jadi Kunci Stabilitas

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 24 February 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

BRI Catat Kinerja Solid di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Di tengah tekanan ekonomi global yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik serta tantangan likuiditas di industri perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang stabil dan solid. Pencapaian ini didukung oleh operasional perbankan yang lancar dan aman, memastikan nasabah tetap mendapatkan akses optimal terhadap berbagai produk dan layanan transaksi perbankan BRI.

 

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan bahwa resiliensi BRI tak lepas dari penerapan tata kelola yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

 

“Seperti halnya bank swasta lainnya, BRI juga berpartisipasi dalam program penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selain itu, BRI terdaftar dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia. Tata kelola ini memberikan jaminan kepada nasabah bahwa dana mereka tetap aman sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Hendy dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (23/2/2025).


 

Laba Bersih Tembus Rp60,64 Triliun, Kredit UMKM Mendominasi

Pada tahun 2024, BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp60,64 triliun, dengan total aset mencapai Rp1.992,98 triliun, tumbuh 1,42% secara tahunan (yoy). Peningkatan ini didorong oleh strategi penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas, dengan fokus utama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Dari sisi penyaluran kredit, BRI mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,97% menjadi Rp1.354,64 triliun, dengan seluruh segmen pinjaman mengalami pertumbuhan positif. Kredit UMKM tetap menjadi tulang punggung dengan porsi 81,97% dari total kredit, atau senilai Rp1.110,37 triliun.

 

Tak hanya mengalami pertumbuhan, kualitas kredit BRI juga membaik. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) turun dari 2,95% pada akhir Desember 2023 menjadi 2,78% pada akhir Desember 2024. Selain itu, BRI juga memperkuat pencadangan dengan rasio NPL coverage sebesar 215,01%.


 

Penghimpunan Dana & Likuiditas Tetap Kuat

Di sisi penghimpunan dana, BRI berhasil mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.365,45 triliun. Dana murah (current account savings account/CASA) mendominasi dengan porsi 67,30% atau Rp918,98 triliun.

 

Likuiditas dan permodalan BRI juga tetap solid. Loan to deposit ratio (LDR) tercatat di level 88,85%, sementara capital adequacy ratio (CAR) mencapai 26,63%, menegaskan posisi permodalan yang kuat di tengah dinamika industri perbankan.


 

BRI: Pilar Penting Stabilitas Perbankan & Ekonomi Nasional

Hendy menegaskan bahwa pencapaian kinerja BRI merupakan bukti bahwa dengan tata kelola yang baik serta fundamental bisnis yang kuat, BRI mampu menjaga stabilitas di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

 

"Kinerja positif BRI tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas industri perbankan nasional, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia," ujarnya.

 

Dengan pencapaian yang solid serta komitmen terhadap tata kelola yang baik, BRI terus membuktikan diri sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui fokus pada sektor UMKM, yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: suara.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.