Wall Street Kacau! Trump Bikin Pasar Ambruk, Saham Amazon Anjlok 4%!

Saham News - Diposting pada 08 February 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Wall Street Ditutup Melemah, Kekhawatiran Tarif Perdagangan dan Inflasi Tekan Pasar

Bursa saham New York Stock Exchange (NYSE) ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (7/2/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi WIB. Sentimen negatif dipicu oleh isu tarif perdagangan dan inflasi, yang membuat investor di Wall Street cemas.

 

Indeks utama Wall Street mengalami penurunan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif timbal balik bagi mitra dagang AS. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan tarif impor secara keseluruhan agar setara dengan yang dikenakan kepada Amerika Serikat.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 444,23 poin atau 0,99 persen, berakhir di 44.303,40. Indeks S&P 500 melemah 0,95 persen ke 6.025,99, sementara Nasdaq Composite jatuh 1,36 persen ke 19.523,40. Pelemahan pada hari Jumat ini menyebabkan ketiga indeks utama mencatatkan kinerja mingguan negatif.

"Saya akan mengumumkan kebijakan tarif timbal balik pekan depan agar kita diperlakukan setara dengan negara lain," ujar Trump dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba.
"Kami akan mengadakan konferensi pers dan menjelaskannya dengan sederhana," tambahnya.


 

Tekanan Inflasi dan Data Ekonomi Mengguncang Pasar

Sebelum pernyataan Trump, pasar saham sudah dalam kondisi rentan akibat data ekonomi yang menunjukkan tekanan inflasi meningkat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik di atas 4,5 persen pada puncak sesi perdagangan.

 

Sementara itu, indeks sentimen konsumen Universitas Michigan untuk Februari turun ke 67,8, lebih rendah dari ekspektasi ekonom yang memproyeksikan 71,3.

 

Yang lebih mengkhawatirkan, ekspektasi inflasi satu tahun meningkat menjadi 4,3 persen, naik satu poin persentase dari bulan sebelumnya, dan mencapai level tertinggi sejak November 2023.

 

Di sisi lain, data ketenagakerjaan Januari 2025 menunjukkan tingkat pengangguran turun ke 4 persen dari 4,1 persen, sementara pertumbuhan rata-rata upah per jam lebih tinggi dari perkiraan.


 

Saham Amazon dan Alphabet Tertekan, Sektor Teknologi Melemah

Di sektor korporasi, saham Amazon anjlok 4 persen setelah perusahaan e-commerce tersebut merilis proyeksi pertumbuhan pendapatan kuartal pertama yang lemah, hanya 5 persen hingga 9 persen—menjadi tingkat pertumbuhan terendah dalam sejarah mereka.

 

Hal ini membayangi laporan keuangan kuartal keempat yang sebenarnya melampaui ekspektasi analis. Saham Alphabet juga terus mengalami penurunan setelah laporan keuangan awal pekan ini mengecewakan investor.

"Kami melihat kekecewaan di sektor teknologi, terutama pada kelompok ‘Magnificent Seven’, yang biasanya tidak mengecewakan," ujar Sam Stovall, Kepala Strategi Investasi di CFRA Research.
"Saya tidak melihat ini sebagai awal dari pasar bearish, tetapi lebih kepada periode volatilitas dan kekecewaan jangka pendek," tambahnya.


 

Pasar Bergejolak, Trump Kembali Picu Aksi Jual

Pekan ini menjadi periode yang bergejolak bagi pasar saham AS. Indeks saham sempat tertekan pada Senin, setelah Trump mengumumkan tarif 10 persen terhadap China selama akhir pekan. Ia juga mengusulkan tarif 25 persen untuk Kanada dan Meksiko, sebelum akhirnya membatalkannya.

 

S&P 500 sempat mencatatkan kenaikan tiga hari berturut-turut setelah penangguhan tarif tersebut, namun kembali tertekan pada Jumat, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kebijakan perdagangan dan inflasi.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: kompas.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.