Saham Anjlok ke Rp 39.000! Investor Cerdas Mulai Serok, Anda Ketinggalan?

Saham News - Diposting pada 08 February 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Saham DSSA Anjlok 17,86%, Grup Sinar Mas Amankan Fasilitas Kredit Rp 1 Triliun

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten dari Grup Sinar Mas, mengalami penurunan tajam sebesar 17,86% ke level Rp 39.450 pada perdagangan 7 Februari 2025.

 

Sepanjang sesi perdagangan, 1,81 juta saham DSSA berpindah tangan dengan 1.393 transaksi, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 77,38 miliar.

 

Meski tertekan, saham DSSA masih menarik minat pembeli. Maybank Sekuritas Indonesia mencatatkan net buy Rp 15 miliar, sementara investor asing membukukan net buy Rp 5,66 miliar, dengan total nilai transaksi pembelian mencapai Rp 33,5 miliar.

 

Saham DSSA terus mengalami tren penurunan sejak 4 hingga 7 Februari, setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp 49.725 pada 3 Februari.


 

DSSA Peroleh Kredit Rp 1 Triliun dari BNI untuk Ekspansi dan Operasional

Di tengah fluktuasi harga saham, DSSA menandatangani perjanjian fasilitas kredit senilai Rp 1 triliun dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI.

 

Kredit ini akan dijamin dengan aset perseroan dan digunakan untuk keperluan operasional serta pengembangan entitas anak.

"Fasilitas kredit ini rencananya akan digunakan untuk membiayai keperluan umum, termasuk operasional dan pengembangan entitas anak perseroan," ujar Direktur DSSA, Hermawan Tarjono, dalam keterbukaan informasi, Jumat (7/2/2025).

 

Dengan tambahan pinjaman ini, rasio utang bersih terhadap ekuitas DSSA meningkat menjadi sekitar 17%.


 

Struktur Keuangan DSSA: Total Liabilitas Capai US$ 1,58 Miliar

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2024, DSSA mencatatkan total liabilitas sebesar US$ 1,58 miliar, yang terdiri dari:

  • Liabilitas jangka pendek: US$ 822,02 juta
  • Liabilitas jangka panjang: US$ 767,83 juta

 

Sementara itu, ekuitas perseroan tercatat sebesar US$ 1,92 miliar, mengalami peningkatan dibandingkan posisi akhir 2023 yang sebesar US$ 1,72 miliar.

 

Total aset DSSA pada periode tersebut mencapai US$ 3,51 miliar, terdiri atas:

  • Aset lancar: US$ 1,81 miliar
  • Aset tidak lancar: US$ 1,69 miliar

 

Laba DSSA Merosot 34,41%, Pendapatan Turun 45,22%

Dari sisi kinerja, DSSA mencatat laba bersih US$ 243,8 juta atau setara Rp 3,69 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2024. Capaian ini mengalami penurunan 34,41% secara tahunan (yoy) dibandingkan laba bersih US$ 371,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Penurunan laba bersih ini sejalan dengan turunnya pendapatan sebesar 45,22% menjadi US$ 2,24 miliar, dari sebelumnya US$ 4,09 miliar.

 

Pendapatan DSSA periode Januari–September 2024 mayoritas berasal dari:

  • Sektor pertambangan dan perdagangan batu bara: US$ 1,19 miliar
  • Penyediaan tenaga uap dan listrik: -US$ 207.767 (hasil negatif)
  • Perdagangan: US$ 12,5 juta
  • Layanan TV kabel, internet, dan teknologi: US$ 43,05 juta
  • Pendapatan lainnya: US$ 249.257

 

Dengan tambahan fasilitas kredit ini, DSSA berupaya memperkuat struktur keuangan dan mendukung ekspansi usaha, terutama di sektor energi dan infrastruktur digital.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: investors.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.