Lo Kheng Hong Bongkar Kebiasaan yang Bikin Orang Indonesia Susah Kaya!

Edukasi - Diposting pada 08 February 2025 Waktu baca 5 menit

Lo Kheng Hong

Lo Kheng Hong: Menabung di Bank Bisa Bikin Miskin, Saham Lebih Menguntungkan

Sejak kecil, kita diajarkan untuk membangun kebiasaan menabung sebagai bagian dari perencanaan keuangan. Namun, investor kawakan Lo Kheng Hong memiliki pandangan berbeda.

 

Dijuluki sebagai "Warren Buffett Indonesia", Lo menilai bahwa menyimpan uang di bank justru membuat nilai aset tergerus seiring waktu.

 

"Menyimpan uang di bank sebenarnya membuat kita miskin secara perlahan karena nilai uang terus menurun setiap hari," ujarnya dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE), Sabtu (8/2/2025).

 

Tak hanya itu, Lo juga memilih untuk tidak berinvestasi dalam obligasi atau surat utang, karena menurutnya, imbal hasil yang diberikan relatif kecil. Bahkan, ia juga tidak tertarik membeli emas sebagai aset investasi.

 

Sebaliknya, Lo Kheng Hong hanya fokus pada saham, yang telah membuktikan mampu membuatnya meraih kekayaan hingga ratusan miliar rupiah. Salah satu titik balik kesuksesannya adalah saat ia meraup keuntungan besar dari saham PT United Tractors Tbk. (UNTR).

 

Menurutnya, pasar saham Indonesia menawarkan imbal hasil tertinggi dibandingkan bursa utama dunia, terutama bagi investor jangka panjang.

 

"Sudah terbukti! Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari pasar saham Indonesia," kata Lo.

Namun, ia menyayangkan bahwa hingga kini hampir 99% masyarakat Indonesia masih ragu terhadap investasi saham. Kebanyakan orang lebih memilih menyimpan uang di bank atau membeli properti ketimbang berinvestasi di pasar modal.

 

Sebagai investor berpengalaman, Lo dikenal sangat teliti dalam menganalisis laporan keuangan sebelum membeli saham. Ia tak sembarangan dalam memilih instrumen investasi.

 

Pada 1998, Lo membeli saham UNTR ketika laba bersih perusahaan mengalami defisit Rp 1 triliun. Meski begitu, pendapatan perusahaan saat itu mencapai Rp 2 triliun–Rp 4 triliun, dengan laba operasional sekitar Rp 1 triliun. Menurut Lo, defisit tersebut lebih disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar.

 

Keberhasilannya di UNTR menjadi momentum awal dalam perjalanan investasinya. Strategi serupa ia terapkan pada saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP), di mana ia membeli saham pada harga Rp 1.000 per lembar dan menjualnya rata-rata di Rp 10.000 per lembar.

 

Hasilnya, investasi awal sebesar Rp 35 miliar berubah menjadi Rp 350 miliar hanya dalam 1,5 tahun.

 

Secara keseluruhan, Lo berhasil mencetak keuntungan 5.900% dari saham UNTR dan 900% dari saham INKP.

 

Menurutnya, kunci sukses dalam investasi saham adalah kemampuan mengendalikan emosi dan tetap fokus pada fundamental perusahaan.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.