Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 19 March 2025 Waktu baca 5 menit
Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), diperkirakan akan kembali menahan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan moneter yang dijadwalkan pada Rabu (19/3/2025). Langkah ini memberikan waktu bagi The Fed untuk mengevaluasi dampak kebijakan Presiden Donald Trump terhadap ekonomi AS yang masih dibayangi tekanan inflasi dan perlambatan pertumbuhan.
Pengenaan tarif baru oleh pemerintahan Trump, serta langkah balasan dari mitra dagang AS, telah melemahkan kepercayaan konsumen dan meningkatkan ekspektasi inflasi. Namun, dengan adanya penundaan beberapa kebijakan tarif yang sebelumnya diumumkan, arah kebijakan perdagangan AS masih belum sepenuhnya jelas. Ketidakpastian ini kemungkinan membuat para pembuat kebijakan The Fed lebih berhati-hati, menghindari keputusan yang terlalu cepat atau mengarah ke satu strategi tertentu.
Kepala Ekonom KPMG, Diane Swonk, menyebutkan bahwa akan ada perbedaan pandangan yang cukup besar terkait potensi pemangkasan suku bunga karena ketidakpastian ekonomi yang ada. Keputusan resmi mengenai suku bunga, bersamaan dengan pembaruan proyeksi ekonomi kuartalan, dijadwalkan rilis pada pukul 14.00 waktu Washington pada Rabu. Ketua The Fed, Jerome Powell, akan menggelar konferensi pers 30 menit setelahnya.
Swonk memperkirakan bahwa semakin banyak pejabat The Fed yang mengisyaratkan preferensi untuk mempertahankan suku bunga, mengingat banyaknya ketidakpastian terkait kebijakan Trump, terutama dalam sektor perdagangan. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25% - 4,5%, meskipun pernyataan Powell bisa mengalami perubahan karena data terbaru menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi.
Sejak proyeksi ekonomi terakhir pada Desember 2024, kondisi makroekonomi AS telah mengalami perubahan signifikan. Peningkatan ancaman tarif perdagangan, melemahnya sentimen konsumen, dan tekanan di pasar saham dalam beberapa pekan terakhir membuat beberapa pejabat The Fed mulai bersikap lebih hati-hati dalam mempertimbangkan pemangkasan suku bunga.
Dalam proyeksi sebelumnya, median perkiraan The Fed menunjukkan dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2025. Sebagian besar ekonom masih memperkirakan dua kali pemotongan, meskipun ada perdebatan apakah hanya akan ada satu kali penurunan.
Ekonom dari BNP Paribas, Guneet Dhingra, menilai bahwa skenario ekonomi yang tercermin dalam proyeksi The Fed mengarah pada stagflasi, yakni kombinasi antara perlambatan ekonomi dan inflasi yang tetap tinggi.
“The Fed kemungkinan akan lebih fokus pada mengendalikan inflasi dibandingkan merespons perlambatan ekonomi, yang bisa menjadi kejutan bagi pasar,” ujar Dhingra.
Bagi pasar keuangan, pernyataan Jerome Powell dalam konferensi pers akan menjadi sorotan utama. Investor menginginkan kepastian bahwa The Fed siap bertindak jika ekonomi semakin memburuk.
Powell diperkirakan akan menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini cukup fleksibel untuk menghadapi berbagai skenario ekonomi tanpa tergesa-gesa dalam menurunkan suku bunga. Ia juga kemungkinan akan ditanya apakah tarif impor hanya berdampak sementara terhadap inflasi atau justru menjadi faktor jangka panjang.
Selain itu, Powell mungkin akan menghadapi pertanyaan terkait situasi pasar keuangan, terutama setelah indeks S&P 500 mengalami koreksi sebesar 10%. Para analis juga akan mencermati bagaimana The Fed menilai ekspektasi inflasi yang kini mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.
Meskipun pasar semakin yakin bahwa pemangkasan suku bunga akan segera terjadi, The Fed tampaknya masih menunggu bukti lebih konkret sebelum mengambil langkah besar.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.