Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 18 March 2025 Waktu baca 5 menit
Pemerintah Kanada tengah mencari alternatif untuk kontrak pembelian jet tempur buatan Amerika Serikat (AS). Perdana Menteri Mark Carney menegaskan bahwa langkah ini diambil karena ketergantungan negara tersebut terhadap AS dalam sektor pertahanan dinilai terlalu besar.
"Jelas bahwa hubungan keamanan kita terlalu terpusat pada Amerika Serikat. Kita harus melakukan diversifikasi," ujar Carney kepada wartawan saat berkunjung ke London pada Senin (17/3/2025), seperti dikutip oleh Reuters.
Carney juga menyoroti bahwa sekitar 80% dari anggaran pertahanan Kanada dialokasikan untuk membeli persenjataan dari AS.
“Mengingat pentingnya efisiensi anggaran dan peluang untuk memproduksi pesawat secara mandiri di Kanada, maka masuk akal bagi kami untuk mempertimbangkan opsi lain,” tambahnya.
Komentar ini disampaikan hanya beberapa hari setelah Carney memerintahkan tinjauan ulang terhadap kontrak senilai US$13,29 miliar untuk pembelian 88 unit jet tempur F-35 dari Lockheed Martin. Langkah ini diambil di tengah ketegangan perdagangan antara Kanada dan AS.
Meski demikian, Kementerian Pertahanan Kanada menyatakan bahwa kontrak dengan Lockheed Martin tetap berjalan dan pemerintah telah mengalokasikan dana untuk 16 unit pertama pesawat F-35. Namun, Carney menegaskan bahwa Kanada tetap serius dalam mengeksplorasi opsi lain.
Walaupun tidak menyebutkan perusahaan tertentu, Saab dari Swedia, yang sebelumnya kalah dalam proses tender jet tempur melawan Lockheed Martin, telah menawarkan untuk merakit pesawatnya di Kanada jika terpilih.
Di sisi lain, industri penerbangan Kanada juga turut terpengaruh. CEO Bombardier, Eric Martel, mengungkapkan kekhawatiran bahwa Washington dapat menargetkan kontrak perusahaan tersebut di AS jika Kanada membatalkan kesepakatan dengan Lockheed Martin.
Situasi ini semakin kompleks setelah Presiden AS Donald Trump menerapkan tarif dagang terhadap Kanada dan bahkan mempertimbangkan untuk menjadikan negara itu sebagai negara bagian ke-51 AS.
Sementara itu, akademisi Universitas Carleton, Philippe Lagasse, menilai bahwa membeli 16 unit F-35 terlebih dahulu, lalu menambah varian jet tempur lain di kemudian hari, justru akan meningkatkan biaya operasional.
Kanada sendiri telah mendapat tekanan dari beberapa pemerintahan AS untuk meningkatkan anggaran pertahanannya. Tahun lalu, pemerintah Kanada menjanjikan miliaran dolar tambahan untuk angkatan bersenjata dan berkomitmen agar belanja militer mendekati target NATO pada 2030.
Dalam pernyataan resminya, Lockheed Martin menyatakan bahwa pihaknya menghargai kerja sama dengan Kanada dan menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait pengadaan kepada pemerintah.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.