Perusahaan Ini Borong 30 Ton Emas dari Pabrik Freeport Gresik, Siapa Pembelinya?

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 18 March 2025 Waktu baca 5 menit

Suasana proyek Smelter Freeport di Smelter PTFI, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Senin, 23 September 2024. Pabrik ini akan mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga dan menghasilkan 900 ribu ton katoda tembaga, 50 ton emas, serta 210 ton p

Pemerintah Resmikan Pabrik Pengolahan Emas Freeport di Gresik, Berkapasitas 60 Ton per Tahun

Pemerintah secara resmi membuka fasilitas Precious Metal Refinery (PMR), pabrik pengolahan emas dan logam mulia milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur, pada Senin (17/3/2025). Pabrik ini diproyeksikan mampu memproduksi 50-60 ton emas batangan per tahun.

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa PT Freeport Indonesia telah menjalin kontrak dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk memasok 30 ton emas per tahun.

 

"Mungkin bisa lebih. Sisanya akan kami prioritaskan untuk pasar domestik. Ini menjadi peluang besar bagi para pengusaha dan masyarakat yang ingin berinvestasi di sektor emas," ujar Bahlil usai peresmian, dikutip Selasa (18/3/2025).

 

Investasi Stabil di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Bahlil menekankan bahwa emas adalah bentuk investasi yang stabil, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Ia juga memastikan bahwa emas yang diproduksi di pabrik ini telah memiliki sertifikasi internasional, sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan.

 

PMR ini disebut sebagai pabrik pengolahan emas terbesar di Indonesia, dengan nilai investasi mencapai US$ 630 juta atau sekitar Rp10 triliun.

"Untuk Freeport di Gresik, kapasitas produksinya 50-60 ton emas per tahun. Sementara itu, Amman Mineral memiliki kapasitas produksi 18-20 ton emas per tahun. Jika digabung, total produksi dari kedua pabrik bisa mencapai 60-70 ton emas per tahun," jelas Bahlil dalam sambutannya di JIIPE, Gresik, Senin (17/3/2025).

 

Bagian dari Smelter Tembaga Terbesar di Dunia

PMR ini merupakan bagian dari smelter konsentrat tembaga yang juga dibangun di Gresik. Smelter ini disebut sebagai smelter dengan single line terbesar di dunia, dengan total investasi mencapai US$ 4,2 miliar.

 

Bahlil juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyetujui perpanjangan izin ekspor Freeport, menyusul insiden kebakaran di pabrik asam sulfat yang sempat menghambat produksi. "Sekarang pabriknya sudah diresmikan oleh Pak Prabowo," tutupnya.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.