Saham TGUK Meledak 174%! Siapa Sosok Misterius di Balik Lonjakan Ini?

Saham News - Diposting pada 29 May 2025 Waktu baca 5 menit

Teguk Indonesia/sesame

Perusahaan yang berpusat di Singapura, Visionary Capital Global Pte Ltd, mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi sebanyak 69,34% saham dari PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK).

 

Saham tersebut akan dibeli dari PT Dinasti Kreatif Indonesia, yang saat ini merupakan pemegang saham mayoritas TGUK.

 

Meski demikian, keberadaan Visionary Capital Global masih menimbulkan tanda tanya, karena informasi tentang perusahaan ini di ruang publik masih sangat terbatas. Bursa Efek Indonesia (BEI) pun telah meminta penjelasan dari pihak TGUK mengenai latar belakang Visionary Capital Global.

 

Dalam keterbukaan informasi, manajemen TGUK menjelaskan bahwa Visionary Capital Global Pte Ltd adalah perusahaan induk (holding company) yang berdiri di Singapura pada 21 April 2025, dengan alamat terdaftar di 73 Ubi Road 1 / #08-54 Oxley Bizhub, Singapura.

 

"Visionary Capital Global Pte Ltd secara khusus dibentuk oleh para pemegang saham untuk tujuan mengakuisisi PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK)," jelas manajemen TGUK.

 

Adapun struktur kepemilikan saham di Visionary Capital Global adalah sebagai berikut: Janni memiliki 90% saham, Agus Suhada memiliki 5%, dan Antonius Bobby Siswanto juga memiliki 5%. Pihak yang menjadi ultimate beneficial owner adalah Janni.

 

Visionary Capital Global Pte Ltd menjalankan usaha di bidang investasi dan sebagai perusahaan induk. Hingga kini, perusahaan ini belum memiliki situs web resmi.

 

“Setelah akuisisi selesai, pengendali baru direncanakan akan menambahkan lini bisnis baru, yaitu penjualan makanan beku (frozen food), sebagai tambahan atas usaha yang telah dijalankan oleh PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK),” tambah manajemen.

 

Saham Melonjak

Proses pengambilalihan PT Platinum Wahab Nusantara Tbk dijadwalkan akan tuntas sebelum tanggal 31 Agustus 2025. Harga pembelian saham oleh Visionary Capital Global Pte Ltd akan ditetapkan pada saat penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat (CSPA).

 

"Saat ini, hal yang telah disepakati adalah jumlah saham yang akan diakuisisi oleh Visionary Capital Global Pte Ltd sebanyak 59,34% dari saham milik PT Dinasti Kreatif Indonesia," kata manajemen TGUK.

 

Selain itu, harga penawaran tender wajib yang akan diajukan oleh Visionary Capital Global Pte Ltd ditetapkan sebesar Rp 66 per lembar saham.

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan sementara perdagangan saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) sejak sesi I pada hari Senin, 26 Mei 2025, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

 

BEI menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan karena terjadinya lonjakan harga saham TGUK yang sangat signifikan, sebagai langkah perlindungan terhadap investor.

 

"BEI merasa perlu untuk menghentikan sementara perdagangan saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) baik di pasar reguler maupun pasar tunai mulai sesi I tanggal 26 Mei 2025," terang pihak bursa.

 

Sebagai informasi, pada 14 Maret 2025, harga saham TGUK masih di Rp 50 per saham. Kini, harga tersebut telah melonjak 174% menjadi Rp 137.

Sumber: investor.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.