Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 29 May 2025 Waktu baca 5 menit
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara secara resmi telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan China Investment Corporation (CIC) sebagai langkah awal untuk mengeksplorasi peluang investasi kolaboratif di berbagai bidang, baik di Indonesia, kawasan ASEAN, maupun di Tiongkok.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyoroti dampak transformasional yang bisa dihasilkan dari kerja sama ini. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk mereformasi perekonomian kawasan secara menyeluruh.
“Dengan memiliki lebih dari 800 BUMN dalam portofolio kami, Danantara Indonesia siap berada di garis depan dalam menggerakkan modal strategis ke sektor-sektor seperti industri hijau, ketahanan pangan, dan digitalisasi. Ini adalah cara kami merancang ekonomi masa depan Indonesia dan memperkuat peran kita di kancah internasional,” ujar Rosan dalam pernyataan tertulis yang dikutip pada Selasa (27 Mei 2025).
Nota Kesepahaman tersebut membahas pembentukan kerangka kerja untuk kemungkinan investasi gabungan antara Danantara dan CIC, dengan fokus pada pencapaian dampak pembangunan yang terukur serta hasil investasi optimal yang disesuaikan dengan risiko yang relevan.
Salah satu poin utama dari kerja sama ini adalah pengkajian bersama atas platform investasi China-ASEAN, yaitu dana investasi yang dirancang untuk beroperasi dengan mandat luas di sektor-sektor utama seperti industri manufaktur, produk konsumen, layanan kesehatan, dan teknologi—bidang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh kedua negara.
Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa kerja sama antara CIC dan Danantara mencerminkan bentuk sinergi strategis atas prioritas kedua pihak. CIC memiliki mandat dalam mengelola cadangan devisa Tiongkok melalui diversifikasi investasi secara global, sementara Danantara menjalankan peran sebagai penggerak jangka panjang dalam mengalirkan kembali aset negara ke sektor-sektor industri masa depan.
Sebelumnya, Danantara Indonesia telah mengadakan sejumlah pertemuan strategis dengan pihak China pada 20-21 Mei 2025 di Beijing untuk membahas rencana kolaborasi investasi.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari delegasi resmi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN), bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China dan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.