Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 14 April 2025 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis sebesar 8,20 poin atau 0,13 persen ke level 6.262 pada perdagangan Jumat, 11 April 2025. Volume transaksi investor tercatat mencapai Rp10,72 triliun, dengan total saham yang berpindah tangan sebanyak 13,39 miliar lembar.
Sepanjang pekan lalu, IHSG mengalami pelemahan dalam dua sesi dan penguatan di dua sesi lainnya, sehingga secara keseluruhan indeks terkoreksi 3,25 persen dalam sepekan.
Meski begitu, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa pergerakan pasar saham dalam periode 8 hingga 11 April 2025 ditutup dengan kecenderungan bervariasi.
Mengutip laporan dari cnnindonesia.com, Kapitalisasi pasar tercatat menurun 3,88 persen, dari Rp11.126 triliun menjadi Rp10.695 triliun. Di sisi lain, volume rata-rata harian meningkat 0,71 persen menjadi 18,90 miliar saham. Namun, nilai transaksi harian mengalami penurunan 20,38 persen menjadi Rp14,81 triliun.
Frekuensi transaksi justru mengalami lonjakan sebesar 16,16 persen menjadi 1,18 juta kali dalam sepekan.
"Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp214,17 miliar pada hari Jumat, dan sepanjang tahun 2025 ini telah melakukan net sell sebesar Rp35,86 triliun," ujar Kautsar.
Kepala Literasi dan Edukasi Nasabah Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan pergerakan IHSG dalam sepekan ini akan berfluktuasi namun cenderung menguat dalam rentang 6.000–6.500.
Secara teknikal, sinyal pelemahan memang mulai terlihat, namun peluang rebound ke tren positif masih terbuka, terlebih dengan latar belakang ketidakpastian global akibat perang tarif antara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas.
"Sentimen tarif antara AS dan China memperbesar ketidakpastian ekonomi global, termasuk di Indonesia," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (13/4).
Di sisi lain, penguatan rupiah ke level Rp16.800 per dolar AS berkat intervensi Bank Indonesia turut menjadi faktor positif. Jika tren ini berlanjut, diprediksi akan mendukung penguatan pasar.
Tambahan katalis datang dari masa cum date pembagian dividen sejumlah saham, seperti ITMG (9,6%), ROTI (8,2%), BBNI (8,5%), dan BBTN (6%).
Oktavianus menyarankan investor untuk memanfaatkan potensi kenaikan jangka pendek serta memanfaatkan momentum pembagian dividen. Ia juga merekomendasikan saham-saham pilihan pekan ini:
ITMG: berpotensi naik dari Rp23.400 ke Rp24.600
BRMS: dari Rp348 ke Rp410
INCO: dari Rp2.190 ke Rp2.580
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berisiko terkoreksi dan akan bergerak di rentang 6.090–6.320.
Meski investor mulai kembali masuk ke pasar, sikap mereka masih cenderung hati-hati di tengah isu kenaikan tarif impor yang belum mereda.
Herditya merekomendasikan saham berikut untuk pekan ini:
BBNI: berpotensi naik dari Rp4.390 ke Rp4.650
CUAN: dari Rp6.000 ke Rp7.300
LSIP: dari Rp1.070 ke Rp1.190
Sumber: cnnindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.