Heboh! Orang Kaya Indonesia Ramai-Ramai Pindahkan Harta ke Luar Negeri, Ini Alasannya

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 14 April 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi ai

Kekhawatiran Ekonomi Meningkat, Orang Kaya RI Ramai-ramai Alihkan Aset ke Luar Negeri

Ketidakpastian fiskal dan kekhawatiran atas stabilitas ekonomi dalam negeri mendorong gelombang pelarian aset oleh para orang kaya Indonesia ke luar negeri. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa individu-individu dengan kekayaan tinggi mulai memindahkan dana mereka—senilai ratusan juta dolar—ke luar negeri sejak akhir tahun lalu.

 

Mengutip laporan dari cnnindonesia.com, Selain ketidakpastian ekonomi, perluasan peran militer di bawah Presiden Prabowo Subianto sejak Oktober 2024 turut menambah kecemasan kalangan elite keuangan.

 

Salah satu contohnya adalah Chan, mantan eksekutif perusahaan besar di Indonesia yang enggan disebutkan identitas lengkapnya. Ia mengaku kini aktif mengalihkan kekayaannya ke aset digital.

 

“Saya telah meningkatkan pembelian Tether (USDT) dalam beberapa bulan terakhir,” ungkap Chan. “Langkah ini memungkinkan saya menjaga nilai aset sekaligus mengirimkannya lintas negara tanpa repot menghadapi pembatasan fisik. Situasi ekonomi dan politik Indonesia membuat saya semakin cemas,” ujarnya.

 

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada Chan. Belasan manajer investasi, penasihat keuangan, dan bankir swasta mengonfirmasi bahwa tren serupa juga dilakukan oleh klien-klien kaya lainnya.

 

Aset yang dipilih bervariasi, mulai dari emas, properti di luar negeri, hingga aset kripto yang lebih mudah dipindahkan tanpa pengawasan ketat. Seorang bankir swasta menyebutkan bahwa beberapa kliennya yang memiliki kekayaan bersih antara US$100 juta hingga US$400 juta telah mengalihkan hingga 10% portofolio mereka ke kripto sejak Oktober 2024.

 

Pergeseran ini semakin masif setelah nilai tukar rupiah anjlok pada Maret lalu. Salah satu firma menyatakan bahwa mereka telah membantu memindahkan sekitar US$50 juta dana klien Indonesia ke Dubai dan Abu Dhabi, sebagian besar digunakan untuk membeli properti atas nama kerabat demi menghindari pelacakan.

 

Beberapa klien bahkan memperoleh visa kerja di Uni Emirat Arab, yang kemudian digunakan untuk mendirikan perusahaan cangkang guna membeli properti dengan nama korporasi.

 

Kelas Menengah Ikut Mengamankan Aset, Emas Jadi Pilihan

Tren pelarian aset tidak hanya dilakukan kalangan elite. Masyarakat kelas menengah juga mulai mengamankan kekayaan mereka, namun dengan cara yang berbeda. Alih-alih ke luar negeri, mereka memilih menyimpan aset dalam bentuk emas batangan.

 

Fenomena ini tercermin dari lonjakan penjualan emas yang meningkat hingga 30% dalam tiga bulan pertama tahun 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.