Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 14 April 2025 Waktu baca 5 menit
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme initial public offering (IPO) pada Selasa, 25 Maret 2025. Perusahaan kopi ini menjadi emiten ke-12 yang tercatat di pasar modal tahun ini.
Saat debut perdagangan pukul 09.00 WIB, saham FORE melonjak 34,04% ke level Rp252 per saham, berdasarkan data perdagangan BEI yang dipantau detikcom.
Mengutip laporan dari detik.com, Dalam IPO-nya, FORE melepas sebanyak 1,88 miliar lembar saham atau mewakili 21,08% dari modal ditempatkan dan disetor. Harga penawaran ditetapkan pada kisaran Rp160 hingga Rp202 per saham, dengan target dana yang dihimpun mencapai Rp353,44 miliar. Proses ini didukung oleh dua penjamin emisi efek, yakni PT Mandiri Sekuritas dan PT Henan Putihrai Sekuritas.
Komisaris Utama FORE, Willson Cuaca, mengungkapkan bahwa penawaran saham publik tersebut mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 200,63 kali dengan total partisipasi sebanyak 114.873 investor.
Ia menyebut, tingginya antusiasme investor terjadi di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari pertama perdagangan pasca-Lebaran. Namun, kondisi global tidak menghalangi manajemen untuk melanjutkan IPO.
"Keputusan ini mungkin terlihat bertentangan dengan kondisi pasar, tapi kami percaya pada fundamental bisnis Fore. Terbukti, melalui platform E-IPO, dana yang dihimpun melampaui target, bahkan oversubscribe lebih dari 200 kali," ujar Willson di Main Hall BEI, Senin (14/4/2025).
Mengacu pada prospektus, sekitar 76% dana IPO akan digunakan untuk ekspansi dengan membuka sekitar 140 gerai baru, terdiri atas 10% outlet flagship dan 80% outlet medium. Sementara 10% sisanya dialokasikan untuk outlet satelit, mencakup biaya renovasi dan perlengkapan di wilayah Jabodetabek serta pulau besar lainnya.
Dana tersebut akan digunakan secara bertahap mulai tahun 2025 hingga 2026.
Fore Kopi mencatat pertumbuhan penjualan toko sejenis (SSSG) sebesar 42% selama sembilan bulan hingga 30 September 2024, jauh di atas rata-rata global 5%. Capaian ini dianggap sebagai bukti kekuatan merek, efektivitas pemasaran, dan inovasi produk.
Perusahaan optimistis dapat memanfaatkan pertumbuhan segmen Foodservice Roast Coffee yang diperkirakan mendominasi 66% pasar kopi pada 2030. Selain itu, perubahan gaya konsumsi kopi masyarakat Indonesia, terutama untuk kebutuhan sosial dan atmosfer, mendukung posisi Fore sebagai pemain utama di industri ini.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.