Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 11 April 2025 Waktu baca 5 menit
Keputusan mendadak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangguhkan pemberlakuan tarif baru terhadap sejumlah negara selama 90 hari memicu lonjakan tajam di pasar saham global. Namun, di balik euforia pasar, muncul gelombang kritik dan tudingan serius dari politisi Partai Demokrat terkait dugaan manipulasi pasar dan praktik perdagangan orang dalam (insider trading).
Indeks utama di Wall Street mengalami reli signifikan. S&P 500 naik lebih dari 9%, sementara Nasdaq – yang didominasi saham teknologi – melesat lebih dari 12%. Di pasar internasional, indeks Nikkei 225 Jepang turut menguat hingga 9%, dan FTSE 100 di London melonjak 4% pada pembukaan perdagangan Kamis (10/4/2025).
Namun, sorotan tajam mengarah ke saham Trump Media & Technology Group (TMTG), perusahaan yang menaungi platform media sosial Truth Social. Saham TMTG dengan kode DJT – identik dengan inisial nama Trump – melonjak hingga 22% hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan kebijakan tersebut lewat unggahan pagi di media sosial.
Kenaikan tersebut memicu reaksi keras dari politisi Demokrat. Senator Adam Schiff menuding adanya potensi pelanggaran etika dan menyerukan penyelidikan menyeluruh. “Perubahan kebijakan yang tiba-tiba membuka celah besar untuk insider trading. Siapa yang tahu lebih dulu sebelum pengumuman resmi? Apakah ada yang mengambil untung dari informasi ini?” katanya, dikutip dari The Guardian.
Senator Chris Murphy menambahkan melalui platform X, “Ini terlihat seperti skandal perdagangan orang dalam. Trump tahu dampak dari cuitannya, dan sepertinya beberapa orang di lingkarannya sudah bersiap-siap.”
Sementara itu, anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) menyerukan agar seluruh anggota Kongres mengungkap pembelian saham mereka dalam 24 jam terakhir. “Saya mendengar hal-hal menarik di lantai Kongres. Kita akan tahu lebih banyak sebelum batas waktu pengungkapan pada 15 Mei,” tulisnya.
Menanggapi pertanyaan kapan keputusan tarif itu dibuat, Trump menyebut, “Sudah saya pikirkan selama beberapa hari. Tapi saya putuskan pagi ini.” Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membantah bahwa pengumuman itu bersifat mendadak. Ia menyebut langkah tersebut bagian dari “strategi negosiasi Trump yang khas.”
Sementara itu, anggota Kongres dari Partai Republik Marjorie Taylor Greene juga menjadi sorotan setelah diketahui membeli saham perusahaan teknologi besar pada 3–4 April, tak lama setelah pengumuman “tarif hari pembebasan” oleh Trump pada 2 April. Saat pasar pulih, saham-saham yang dibelinya seperti Amazon dan Apple melonjak masing-masing 12% dan 15%, memunculkan kecurigaan adanya akses informasi sebelum publik.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.