Saham Ini Naik 19.000% dalam 4 Tahun! Apakah Masih Layak Dibeli?

Saham News - Diposting pada 24 February 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Saham DCI Indonesia Melonjak 19,97%, Sentuh Auto Reject Atas

Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatat kenaikan signifikan sebesar 19,97%, menyentuh auto reject atas (ARA) di level Rp 80.650 pada perdagangan Jumat, 22 Februari 2025.

 

Sepanjang sesi perdagangan, sebanyak 74,70 juta saham DCII berpindah tangan dalam 397 transaksi dengan nilai total Rp 5,95 miliar.

 

Kenaikan tajam ini memperpanjang tren ARA saham DCII sejak 19 Februari 2025. Dalam satu pekan terakhir, saham emiten data center milik Otto Toto Sugiri ini telah melonjak hingga 71,60%.


 

Spekulasi Stock Split Dorong Reli Saham DCII

Lonjakan harga saham DCII terjadi setelah Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk, Otto Toto Sugiri, mengungkapkan potensi pemecahan nominal saham atau stock split.

 

"Sedang kami jajaki (untuk stock split saham)," ujar Otto saat menghadiri acara IDE Katadata 2025 pada Selasa (18 Februari 2025).


 

Harga Saham Meroket 19.102% Sejak IPO

PT DCI Indonesia Tbk (DCII) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Januari 2021, atau sekitar empat tahun lalu. Pada saat initial public offering (IPO), perusahaan menetapkan harga Rp 420 per saham.

 

Kini, harga saham DCII telah melesat 19.102% sejak IPO. Investor yang tetap mempertahankan saham ini sejak awal telah menikmati keuntungan luar biasa.

 

Sebelumnya, Otto Toto Sugiri mengungkap alasan di balik lonjakan harga saham DCII yang jauh melampaui harga IPO.

 

Dalam wawancara di YouTube Helmi Yahya Bicara, Otto menjelaskan bahwa potensi pertumbuhan bisnis DCII sebagai perusahaan data center menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga saham.

 

Selain itu, ia mengakui bahwa saat IPO, harga saham DCII memang sengaja dipatok sangat rendah.

 

"Ini pertama kali saya melakukan IPO. Saya tidak ingin investor mengalami kerugian, jadi kami menjualnya dengan harga yang sangat rendah. Itu salah satu alasan utama. Saya ingin menjaga nama baik dan memastikan investor tidak merugi," ujar Otto dalam wawancara tersebut.

 

Lebih lanjut, Toto Sugiri menegaskan bahwa bisnis data center masih memiliki sedikit pemain, dan DCII menjadi salah satu pionir di industri ini.

 

"Kami adalah salah satu pionir yang melihat kebutuhan data center di Indonesia maupun global akan terus meningkat pesat," pungkasnya.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: investors.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.