Saham BBRI Meroket! Apa Prospek Setelah Cuan Jumbo?

Saham News - Diposting pada 14 February 2025 Waktu baca 5 menit

Dokumen Bank BRI

BBRI Catat Laba Tertinggi di Sektor Perbankan, Bagaimana Prospek Sahamnya?

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) mencatatkan laba bersih konsolidasi terbesar di industri perbankan. Berdasarkan laporan keuangan 2024, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas mencapai Rp60,15 triliun, menjadikan BBRI sebagai bank dengan perolehan laba tertinggi di antara kelompok bank modal inti (KBMI) IV lainnya.

 

Sebagai perbandingan, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) membukukan laba bersih sebesar Rp55,78 triliun, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp54,8 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) mencapai Rp21,46 triliun pada tahun yang sama.

 

Namun, pertumbuhan laba bersih BBRI hanya naik tipis 0,09% secara tahunan (yoy). Sementara itu, pendapatan konsolidasi bank meningkat 4,1% menjadi Rp145,3 triliun dibandingkan Rp139,56 triliun pada tahun sebelumnya.

 

Seiring dengan kinerja keuangan tersebut, saham BBRI pada perdagangan Rabu (12/2/2025) naik 0,5% ke level Rp4.030 per lembar. Meski begitu, secara tahunan (year to date/ytd), saham BBRI masih melemah 1,23% sejak awal 2025.

 

Prospek Saham BBRI di Tengah Tantangan Pasar

Head of Proprietary Investment Mirae Asset, Handiman Soetoyo, dalam risetnya menyebutkan bahwa pencapaian laba BBRI di tahun 2024 masih berada di bawah ekspektasi konsensus sebesar Rp61 triliun. Ia juga menilai bank akan mengambil langkah lebih berhati-hati pada 2025 di tengah tantangan likuiditas dan meningkatnya persaingan pendanaan.

 

Di sisi lain, Handiman memproyeksikan bahwa sentimen positif terhadap saham BBRI dapat datang dari rencana pembagian dividen. Pengumuman dividen dijadwalkan pada akhir Maret 2025. Sebagai referensi, pada tahun sebelumnya BBRI membagikan dividen dengan rasio 80% dari laba bersih, mencapai Rp48,1 triliun atau Rp319 per saham.

 

Analis Sucor Sekuritas, Edward Lowis, dalam risetnya menilai bahwa pada 2025, BBRI masih akan menghadapi tantangan, sehingga pihaknya menurunkan proyeksi laba bank.

 

"Kami merevisi estimasi laba BBRI dengan mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit yang lebih lambat, tekanan pada net interest margin (NIM), serta biaya kredit yang tinggi," ujarnya.

 

Meskipun demikian, Sucor Sekuritas tetap merekomendasikan beli untuk saham BBRI dengan target harga yang disesuaikan menjadi Rp5.300 per lembar.

 

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 32 sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham BBRI, sementara tiga sekuritas menyarankan untuk menahan dan satu sekuritas merekomendasikan jual. Konsensus analis memperkirakan target harga BBRI dalam 12 bulan ke depan berada di kisaran Rp5.337 per lembar.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.