Obligasi vs Saham: Kenapa Investor Pilih Cuan Lebih Besar di Obligasi?

Saham News - Diposting pada 20 March 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Investor Beralih ke Obligasi, Imbal Hasil Lebih Menarik Dibanding Saham

Investor semakin banyak yang mengalihkan investasinya dari saham ke obligasi, seiring dengan performa imbal hasil obligasi yang lebih unggul dibandingkan saham.

 

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto, mengungkapkan bahwa Bloomberg Indonesia Local Sovereign Bond (BINDO) mencatatkan imbal hasil sebesar 4,66% sepanjang 2024. Angka ini jauh melampaui yield saham di Jakarta Composite Index (JCI) yang justru terkontraksi 2,19%.

 

Tren ini berlanjut pada 2025, di mana secara year to date (YTD), imbal hasil obligasi Indonesia telah naik 2,19%, sementara IHSG anjlok 7,97%.

 

"Investor lebih memilih obligasi dibanding saham karena secara makro, dengan perlambatan ekonomi global, obligasi menjadi pilihan yang lebih menarik," ujar Handy dalam acara Buka Puasa Bersama di Jakarta, Rabu (19/3/2025).

 

Handy juga menambahkan bahwa investor institusional, seperti perusahaan asuransi dan dana pensiun, terus meningkatkan kepemilikan mereka di pasar obligasi. Sepanjang 2024, sektor asuransi dan dana pensiun membukukan net buy sebesar Rp103,9 triliun, sementara investor ritel dan asing masing-masing menyerap Rp107,2 triliun dan Rp34,6 triliun.

 

Kinerja IHSG pun terpantau melemah sepanjang 2024, turun 2,65%, berbanding terbalik dengan kenaikan 6,16% pada 2023. Penurunan ini menyerupai kinerja IHSG di 2018 yang juga melemah 2,54%.

 

Pergeseran Aset ke Obligasi dan Emas

Tren peralihan aset dari saham ke obligasi juga mendapat perhatian dari Bank Indonesia (BI). Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa terjadi pergeseran portofolio investasi secara global, termasuk di Indonesia.

 

Menurutnya, investor kini mengurangi alokasi modal di saham dan beralih ke instrumen lain seperti emas.

"Dulu, hampir semua investasi—baik saham, obligasi, maupun sekuritas lainnya—berfokus ke Amerika Serikat," ungkap Perry dalam konferensi pers pada Rabu (19/3/2025).

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.