Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Saham News - Diposting pada 02 May 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Microsoft mengumumkan investasi senilai $1,7 miliar, atau Rp27,6 triliun, selama empat tahun untuk membangun infrastruktur komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Microsoft akan menggunakan dana investasi ini tidak hanya untuk membangun infrastruktur teknologinya, namun juga untuk memberikan keterampilan AI kepada 840.000 orang. Janji investasi tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh CEO Microsoft Satya Nadella di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (30 April 2024).
Investasi Microsoft jauh lebih besar dibandingkan Apple yang hanya mengeluarkan Rp 1,6 triliun untuk membangun empat lembaga pendidikan Apple Developer Academy di Indonesia. Mengapa Microsoft memilih Indonesia sebagai negara yang cocok untuk berinvestasi? Dalam pernyataan resminya, Microsoft mengutip penelitian Carney yang menemukan bahwa AI dapat menyumbang hampir $1 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Asia Tenggara pada tahun 2030. Indonesia diharapkan menyumbang $366 miliar.
Itu sebabnya Microsoft ingin membantu Indonesia mewujudkan potensi tersebut dengan membantu pengembang Indonesia tumbuh menjadi ahli di bidang AI. Lebih dari 3,1 juta pengembang dilaporkan menggunakan GitHub Microsoft di Indonesia. Indonesia merupakan rumah bagi komunitas pengembang GitHub terbesar ketiga di Asia Pasifik setelah India dan Tiongkok. Komunitas pengembang ini diprediksi menjadi salah satu dari lima komunitas pengembang terbesar di GitHub di seluruh dunia pada tahun 2026.
Indonesia juga merupakan salah satu grup dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini, dengan jumlah pengembang di GitHub meningkat sebesar 31% pada tahun 2023. Jumlah proyek AI yang dihasilkan secara publik pada platform ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 213% dari tahun ke tahun pada tahun 2023. Dalam wawancara khusus dengan Kompas.com, CEO Microsoft Satya Nadella mengungkapkan bahwa investasi di Indonesia dilakukan untuk memastikan perusahaan dapat membangun infrastruktur AI kelas dunia.
Dengan memungkinkan organisasi dan bisnis di Indonesia menjadikan AI sebagai solusi permasalahan sehari-hari. “AI tidak hanya berdampak pada satu aspek perekonomian saja, tapi berdampak pada perekonomian dan masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya, Rabu (1 Mei 2024)
Sekadar informasi: Saat ini sudah banyak perusahaan di Indonesia yang menggunakan Microsoft AI untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat inovasi. Misalnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, eFishery, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Universitas Terbuka, dll. Dijelaskannya, AI yang diimplementasikan pada eFisery yakni layanan Azure OpenAI dapat menjadi solusi bagi para petani ikan Indonesia untuk memaksimalkan hasil budidayanya.
Universitas Terbuka kemudian menggunakan Azure OpenAI untuk memberikan bimbingan belajar kepada 500.000 mahasiswa. “Ini adalah contoh bagaimana AI dapat digunakan untuk memberikan dampak yang luas di seluruh negeri,” katanya.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: kompas.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.