Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Saham News - Diposting pada 04 June 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyebutkan produksi konsentrat tembaga perseroan pada tahun ini diperkirakan mencapai 3,7 juta ton. Hal ini menyusul diberikannya perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga hingga 31 Desember 2024. Wakil Presiden Eksekutif Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu surat persetujuan ekspor yang dikeluarkan pemerintah. Namun yang pasti, realisasi produksi konsentrat tembaga perseroan sepanjang 2023 mencapai 3,4 juta ton.
Jenpino mengatakan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI, dikutip Selasa (6 April 2024), “Rencana produksi 2024 sebesar 2,8 juta ton tanpa izin ekspor dan diharapkan bisa mencapai 3,7 juta ton jika ada izin ekspor. "
Sedangkan dari sisi output bijih harian, Jenpino mengatakan pihaknya memproduksi 201.000 ton/hari sepanjang tahun 2023. Dikatakannya, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2024, PTFI menargetkan produksi bijih tembaga harian sebesar 173.000 mt/hari dengan asumsi tidak mendapatkan relaksasi izin ekspor bijih tembaga.
Sementara jika izin ekspor diperpanjang, Freeport menetapkan target produksi bijih tembaga sebesar 211.000 ton/hari berdasarkan revisi RKAB tahun 2024.
Selain itu, target volume tembaga yang diproduksi Freeport tahun ini sebesar 1,4 juta pound jika izin ekspor tidak diperoleh dan 1,72 juta pound jika ada relaksasi ekspor. Selama tahun 2023, perusahaan memproduksi 1,67 juta pon tembaga.
Untuk komoditas emas, Freeport menargetkan produksi 1,8 juta ons pada tahun 2024 dengan syarat perpanjangan izin ekspor. Sementara tanpa izin ekspor, produksi emas PTFI hanya mencapai target 1,6 juta ons. Tahun lalu, produksi emas mencapai 1,96 juta ons.
Berikutnya perak, perseroan menargetkan produksi perak pada 2024 mencapai 6,4 juta ons jika mendapat izin ekspor. Sedangkan rencana produksi perak tahun 2024 sebesar 5 juta ons dengan skenario tidak dilakukan relaksasi izin ekspor. Produksi perak perseroan hingga tahun 2023 mencapai 6,1 juta ons. “Kami berterima kasih kepada Pemerintah yang telah mempertimbangkan perpanjangan izin ekspor dari Juni hingga Desember 2024, kita tunggu izin ekspor ini keluar,” ujarnya.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.