Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 26 February 2025 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (25/2/2025), melanjutkan tren pelemahan dari hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi tepat setelah pemerintah resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Penasihat Khusus Presiden, Bambang Brodjonegoro, menilai pelemahan IHSG mencerminkan sikap wait and see dari investor. Menurutnya, pelaku pasar masih menunggu kepastian terkait dampak kehadiran Danantara terhadap kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kita bisa melihat bahwa pasar cenderung wait and see. Mereka ingin kepastian apakah kehadiran Danantara akan semakin meningkatkan kinerja BUMN," ujar Bambang di Sopo Del Tower, Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Bambang juga menyoroti kekhawatiran investor terkait kemungkinan penurunan dividen BUMN setelah asetnya dialihkan ke Danantara. Namun, ia meyakini bahwa kepentingan investor tetap menjadi prioritas utama perusahaan-perusahaan BUMN.
"Ada sedikit mispersepsi dari investor. Mereka khawatir perusahaan BUMN yang biasanya memberikan dividen besar akan menurunkan jumlahnya. Tapi saya yakin itu bukan bagian dari strategi," jelasnya.
Bambang menegaskan bahwa perusahaan BUMN yang telah melantai di bursa tetap akan memperhatikan kepentingan investor minoritas.
"Investor ritel dan investor minoritas di pasar saham tetap akan menjadi perhatian seluruh perusahaan BUMN yang sudah go public," tegasnya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan BPI Danantara pada Senin (24/2/2025) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Lembaga ini bertugas mengelola aset negara dan BUMN dengan nilai mencapai US$ 900 miliar atau sekitar Rp 14.715 triliun (kurs Rp 16.350).
"Hari ini, Senin 24 Februari 2025, saya sebagai Presiden RI secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Danantara Indonesia," ujar Prabowo.
Gelombang investasi pertama Danantara akan difokuskan pada sektor-sektor strategis, termasuk hilirisasi nikel dan bauksit, pengembangan pusat data, kecerdasan buatan, serta ketahanan pangan.
Dalam tahap awal, Danantara akan mengalokasikan dana investasi sekitar US$ 20 miliar atau sekitar Rp 327 triliun, yang akan disalurkan ke 20 proyek strategis nasional (PSN) di berbagai sektor tersebut.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.