Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 10 May 2025 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Jumat, 9 Mei 2025, seiring dengan bangkitnya harga saham perbankan besar. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka naik sebesar 38,38 poin atau setara 0,56% ke level 6.866,31 di pagi hari. Ini merupakan pembalikan arah setelah sehari sebelumnya, Kamis 8 Mei 2025, IHSG turun 1,46% dan ditutup pada posisi 6.827,75. Pada pagi ini, pergerakan IHSG berada di kisaran 6.844,17 hingga 6.867,75. Tercatat, sebanyak 216 saham mengalami penguatan, 143 saham melemah, dan 200 saham tidak mengalami perubahan harga di awal sesi perdagangan hari ini. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp11.972,44 triliun.
Penguatan IHSG pada pembukaan hari ini ditopang oleh kenaikan harga saham sejumlah bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang naik 0,84% ke harga Rp9.050 per saham, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,53% ke harga Rp3.810, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang meningkat 0,63% ke harga Rp4.820 per saham. Saham-saham lain yang turut menyumbang kenaikan IHSG antara lain PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang naik tipis 0,77% ke level Rp2.630, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang menguat 2,82% ke level Rp1.095, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik tipis 0,34% ke Rp7.400, dan PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) melonjak 7,88% ke Rp520 per saham.
Valdy Kurniawan, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa indikator Stochastic RSI mulai menunjukkan penurunan dari area overbought. Ia memperkirakan tren ini akan berlanjut pada Jumat, 9 Mei 2025, dan IHSG berpotensi menguji level support di kisaran 6.770. Dari sisi global, indeks-indeks utama di Wall Street mengalami kenaikan pada Kamis, 8 Mei 2025, yang dipicu oleh pengumuman kesepakatan dagang dengan Inggris. Dalam kesepakatan tersebut, Inggris hanya dikenakan tarif dasar sebesar 10% karena Amerika Serikat menganggap neraca perdagangan dengan Inggris cukup seimbang. Namun, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa negara-negara dengan surplus perdagangan besar terhadap AS tetap berpeluang dikenakan tarif tinggi.
Sementara itu, Amerika Serikat sedang menyiapkan delegasi untuk melakukan pertemuan bilateral dengan China di Swiss yang dijadwalkan pada Sabtu dan Minggu, 10–11 Mei 2025. Delegasi ini akan mencakup Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Dari sisi domestik, pelaku pasar menanggapi penurunan cadangan devisa Indonesia yang mencapai US$152,5 miliar pada April 2025, turun dari posisi US$157,1 miliar pada Maret 2025. Ini merupakan posisi terendah sejak November 2024.
"Faktor lain yang turut menekan IHSG adalah penurunan tajam saham ANTM sebesar 5,09% dan beberapa saham lain yang terkait dengan emas, yang sebelumnya menjadi salah satu pendorong utama reli IHSG," ujar Valdy dalam laporan risetnya pada Jumat. Penurunan tersebut diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang, seiring dengan berkurangnya minat investor terhadap aset safe-haven pasca pengumuman kesepakatan dagang global.
Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham untuk hari ini, yaitu ICBP, AALI, ASII, PTBA, dan INDF. Di sisi lain, Fanny Suherman, Kepala Riset Ritel BNI Sekuritas, menjelaskan bahwa pada perdagangan Kamis, IHSG ditutup melemah 1,42% disertai dengan aksi jual bersih investor asing sekitar Rp906 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing adalah BMRI, BBRI, BBNI, TLKM, dan ASII. “IHSG hari ini masih memiliki potensi untuk mengalami technical rebound selama mampu bertahan di atas support 6.800,” tulisnya dalam laporan riset, Jumat (9/5/2025). Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di level 6.770–6.800 dan resistance di kisaran 6.850–6.925. Investor disarankan mencermati saham BRMS, SMBR, RAJA, PTRO, BRIS, dan AMMN sebagai peluang trading untuk hari ini.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.