Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Edukasi - Diposting pada 10 May 2025 Waktu baca 5 menit
Generasi muda saat ini kerap dicap sulit menabung karena hobi bepergian dan kebiasaan membeli kopi kekinian. Padahal, menabung dan menikmati jajan sebetulnya bisa berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan salah satunya. Dalam berbagai saran seputar cara menabung dan berhemat, seringkali yang ditekankan adalah mengurangi frekuensi membeli kopi mahal. Logikanya, jika kita bisa menghentikan kebiasaan membeli kopi seharga Rp50.000 setiap hari, maka dalam sebulan kita bisa menyimpan Rp1,5 juta, atau bahkan hingga Rp18 juta dalam setahun. Namun, jika Anda merasa sangat sulit meninggalkan kebiasaan tersebut, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak tetap menikmati hal-hal kecil yang disukai sambil tetap menabung. Masalah utama dalam proses menabung untuk liburan atau tujuan finansial lainnya bukan terletak pada tidak adanya uang yang bisa disisihkan, melainkan pada seberapa cerdas kita mengatur dan menggunakan uang yang ada.
Ramit Sethi, seorang penasihat keuangan ternama, dalam buku best-sellernya versi New York Times I Will Teach You to Be Rich, menjelaskan cara menyusun keuangan yang ideal bagi para profesional muda.
Menurutnya, fokus seharusnya bukan pada menabung sebanyak mungkin, melainkan pada menciptakan keseimbangan antara gaya hidup dan kondisi finansial agar kita tetap memiliki dana yang cukup untuk melakukan hal-hal yang kita inginkan. Inti dari sistem pengeluarannya sebenarnya sederhana: alokasikan dana Anda di awal agar Anda hanya membelanjakan uang yang memang tersedia di rekening. Pendekatan ini akan membantu Anda lebih bijak dalam pengeluaran tanpa perlu merasa bersalah setelahnya.
1. Batasi pengeluaran atau utamakan minat Anda
Banyak orang yang mencoba menabung dengan cepat memilih cara ekstrem yang membuat hidup terasa berat selama prosesnya. Namun pendekatan ini sering tidak realistis ataupun berkelanjutan. Anda tidak perlu menjalani hidup serba kekurangan hanya demi bisa liburan, lalu merasa menyesal karena menghabiskan seluruh tabungan. Daripada memangkas segala hal, lebih baik arahkan pengeluaran Anda pada hal-hal yang Anda nikmati. Fokuslah menyediakan ruang lebih banyak untuk kegiatan yang Anda sukai, yang otomatis akan memangkas hal-hal yang kurang penting.
Mulailah dengan mencatat semua pengeluaran bulanan Anda. Gunakan kertas atau file dokumen untuk mencatat setiap pengeluaran dan jumlahnya. Setelah itu, pisahkan antara pengeluaran yang penting dan tidak penting ke dalam dua daftar berbeda. Dari sini, Anda bisa mengenali pola pengeluaran Anda sehari-hari.
2. Susun rencana pengeluaran agar tetap bisa menabung
Setelah mengetahui ke mana saja uang Anda mengalir setiap bulan, Anda bisa mulai menyusun strategi pengeluarannya. Gunakan panduan berikut dan sesuaikan dengan kebiasaan Anda. Idealnya, pengeluaran untuk kebutuhan dasar seperti sewa, tagihan, belanja bahan makanan, dan cicilan tidak melebihi 50% dari pendapatan bersih. Bandingkan dengan catatan pengeluaran Anda: jika lebih besar, pertimbangkan penyesuaian gaya hidup. Jika kurang dari itu, bagus — Anda punya ruang lebih.
Total pengeluaran Anda untuk keperluan pribadi sebaiknya berkisar antara 20-30% dari gaji bersih. Begitu pula dengan tabungan untuk liburan atau tujuan lainnya, sebaiknya dialokasikan sekitar 20-30%, atau minimal 10% jika Anda ingin menggunakan lebih banyak untuk gaya hidup — artinya Anda perlu waktu lebih lama untuk mencapai target.
Setiap awal bulan, bayar semua kebutuhan pokok seperti sewa, tagihan, dan setor tabungan terlebih dahulu. Sisa dana di rekening Anda setelah itu adalah anggaran Anda untuk sebulan. Anda bebas menghabiskannya hingga nol, karena semua kebutuhan utama dan tabungan telah terpenuhi. Lihat kembali daftar prioritas Anda dan putuskan berapa dana yang ingin Anda alokasikan untuk masing-masing kategori. Jangan lupa menyisihkan dana cadangan untuk kebutuhan mendadak sehari-hari.
3. Tetap hemat saat liburan
Setelah Anda berhasil menabung untuk liburan, jangan jadikan hal itu alasan untuk berfoya-foya. Prinsip pengelolaan uang tetap berlaku. Gunakan struktur anggaran yang sama untuk menghitung berapa dana yang dapat Anda keluarkan untuk setiap aspek perjalanan.
Harga makanan dan akomodasi berbeda-beda di tiap negara, jadi sesuaikan rencana Anda. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa sangat menguntungkan. Misalnya, jika Anda menganggarkan Rp500.000 per hari di Thailand, perkirakan semua pengeluaran lebih dulu, sisihkan dana sesuai kebutuhan, dan gunakan sisanya dengan bijak.
Jika ada hal yang benar-benar ingin Anda nikmati, seperti jajan makanan lokal atau membeli kopi mahal, masukkan itu dalam perencanaan awal. Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati kesenangan tanpa merasa bersalah. Kuncinya hanya pada memilih lebih awal ke mana saja uang Anda akan digunakan.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.