IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, AMMN, WIFI dan PGAS Jadi Saham Pilihan Investor

Saham News - Diposting pada 11 June 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami koreksi pada perdagangan Kamis (11/6/2026) setelah mencatat kenaikan yang cukup signifikan selama dua hari perdagangan berturut-turut.

 

Pada perdagangan Rabu (10/6/2026), IHSG mampu mempertahankan penguatannya hingga penutupan sesi dan berakhir naik 2,71 persen ke level 5.902,376. Sebelumnya, pada perdagangan sehari sebelumnya, indeks juga mencatat kenaikan sebesar 7,57 persen atau sekitar 404 poin sehingga berada di level 5.746,64.

 

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai bahwa reli yang terjadi dalam dua hari terakhir berpotensi mendorong investor melakukan aksi ambil untung (profit taking). Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko tekanan jangka pendek terhadap pergerakan indeks.

 

Dari sisi teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dengan area support di 5.849 dan resistance di 5.964. Selain faktor teknikal, pergerakan indeks juga masih dipengaruhi sentimen global, terutama rilis data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada pekan ini.

 

“Kami melihat IHSG berpotensi mengalami koreksi dengan area support pada 5.849 dan resistance di 5.964. Sentimen utamanya berasal dari peluang profit taking setelah dua hari mengalami penguatan yang cukup besar, sementara pelaku pasar juga masih menunggu perkembangan data CPI dan PPI Amerika Serikat,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com pada Rabu malam.

 

Herditya juga merekomendasikan beberapa saham yang layak diperhatikan investor ritel pada perdagangan Kamis, antara lain saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan target harga pada kisaran Rp3.780 hingga Rp4.100, saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dengan rentang harga Rp328 hingga Rp362, serta saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang diperkirakan bergerak di area Rp1.735 hingga Rp1.880.

 

IHSG Berpeluang Bergerak Campuran

Di sisi lain, VP of Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat secara terbatas pada perdagangan Kamis.

 

Menurutnya, IHSG diproyeksikan bergerak pada area support 5.688 dan resistance 6.131. Potensi penguatan tersebut didukung oleh indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang menunjukkan peluang terbentuknya pola golden cross, yang secara umum dianggap sebagai sinyal positif bagi arah pergerakan indeks.

 

Audi menjelaskan bahwa penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik. Pada perdagangan pasar spot, rupiah tercatat ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS.

 

“Sentimen tambahan juga berasal dari musim pembagian dividen, terutama dari emiten yang menawarkan dividend yield tinggi seperti UNVR sekitar 7 persen dan AMRT sekitar 3 persen berdasarkan harga penutupan per 10 Juni 2026,” kata Audi.

 

Selain faktor kurs dan pembagian dividen, investor juga diperkirakan tetap mencermati arus dana asing serta perkembangan sentimen global yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek.

 

Untuk strategi perdagangan, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan speculative buy pada saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan area support di Rp1.400 dan resistance di Rp1.685.

 

Selain PGAS, saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) juga direkomendasikan untuk strategi speculative buy dengan area support di Rp226 dan target resistance di Rp280.

 

Disclaimer: Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Seluruh rekomendasi yang disampaikan berasal dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan analisis dan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Sumber: kompas.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.