Purbaya Ungkap Waktu Rupiah Bisa Bangkit dan Menantang Dominasi Dolar AS

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 11 June 2026 Waktu baca 5 menit

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan proyeksinya mengenai waktu pemulihan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, rupiah diperkirakan mulai menguat kembali secara bertahap pada paruh kedua tahun 2026 atau mulai Juli 2026.

 

“Rupiah diperkirakan akan mengalami penguatan secara bertahap pada semester II tahun 2026,” ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (10/6).

 

Perkiraan tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan ekonomi. Purbaya menjelaskan bahwa hingga awal Juni 2026, nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan yang berasal dari berbagai faktor, baik eksternal maupun domestik.

 

“Kami mencermati bahwa hingga awal Juni 2026, pergerakan rupiah masih mendapat tekanan yang terutama dipengaruhi oleh sentimen global, kondisi risk-off di pasar keuangan, serta tekanan yang berasal dari transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik,” jelasnya.

 

Meski demikian, ia optimistis tekanan tersebut dapat berangsur mereda melalui penguatan sinergi antara kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan sektor keuangan.

 

Menurut Purbaya, perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE) serta semakin dalamnya pasar keuangan domestik akan membantu meningkatkan ketersediaan valuta asing di dalam negeri sekaligus memperkuat kepercayaan investor.

 

Selain itu, ia menilai prospek ekonomi global pada tahun 2027 akan lebih baik dibandingkan tahun ini karena sejumlah konflik geopolitik diperkirakan mulai mereda.

 

“Pada tahun 2027, konflik geopolitik, khususnya yang melibatkan Iran, AS, dan Israel, diperkirakan akan semakin mereda, sementara pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan membaik,” ungkapnya.

 

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah pada tahun 2027 akan berada dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

 

“Pemerintah memproyeksikan nilai tukar rupiah pada tahun 2027 tetap stabil di rentang Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS,” kata Purbaya.

 

Pada perdagangan Rabu (10/6) sore, rupiah ditutup di level Rp17.944 per dolar AS. Mata uang Garuda tersebut menguat 114 poin atau 0,63 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.