Rekomendasi Saham Hari Ini: ADMR, ITMG dan Deretan Saham Pilihan Berpotensi Cuan

Saham News - Diposting pada 09 June 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Senin (8/6) dengan penurunan sebesar 4,52% dan ditutup di level 5.342,14.

 

Pergerakan indeks mendapat dukungan utama dari kenaikan saham PT Surya Multi Investama Tbk (SMMA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), yang masing-masing menguat sebesar 4,88%, 22,99%, dan 7,41%.

 

Sebaliknya, tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang masing-masing terkoreksi 14,86%, 5,47%, dan 4,43%.

 

Dari sisi arus modal, investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp587,21 miliar di pasar reguler dan Rp447,05 miliar secara keseluruhan di seluruh pasar. Seluruh sektor yang tercatat di Bursa mengalami pelemahan, dengan sektor industri menjadi sektor yang mengalami koreksi paling dalam, yakni sebesar 6,39%.

 

Di pasar internasional, pergerakan bursa saham Amerika Serikat berlangsung bervariasi. Indeks Dow Jones melemah 0,16% ke level 50.786, sementara indeks S&P 500 naik 0,30% ke posisi 7.405 dan Nasdaq menguat 0,86% menjadi 25.929.

 

Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih berpotensi menghadapi tekanan, terutama seiring nilai tukar rupiah yang kembali melemah ke kisaran Rp18.177 per dolar AS, terlebih apabila arus keluar dana asing terus berlanjut. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel berpotensi memperbesar ketidakpastian global serta memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko.

 

Sejalan dengan kondisi tersebut, indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing mengalami penurunan sebesar 3,83% dan 5,77%.

 

Sementara itu, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berencana melakukan penambahan modal melalui skema private placement dengan menerbitkan 218,31 juta saham baru pada harga Rp1.550 per saham.

 

Melalui aksi korporasi tersebut, Perseroan berpeluang menghimpun dana sekitar Rp338,38 miliar. Seluruh saham baru tersebut akan diambil oleh Bakrie Kalila Investment (BKI), yang merupakan pihak terafiliasi dengan perusahaan. Setelah transaksi rampung, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh ENRG akan bertambah menjadi 26,56 miliar saham dengan total modal disetor mencapai Rp6,95 triliun.

 

Distribusi saham baru direncanakan berlangsung pada 12 Juni, sedangkan hasil pelaksanaan private placement akan diumumkan pada 18 Juni.

Dari sektor pertambangan, PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana atau maiden Mineral Resource Estimate (MRE) untuk Prospek Kolokoa.

 

Berdasarkan estimasi per 1 Juni 2026, wilayah tersebut memiliki sumber daya mineral sebesar 42 juta ton dengan kadar emas rata-rata 0,33 gram per ton, yang setara dengan sekitar 445 ribu ons emas. Penambahan ini meningkatkan total inventaris sumber daya mineral Tambang Emas Pani sebesar 6,35% menjadi 7,40 juta ons emas.

 

Selain pencapaian eksplorasi tersebut, hasil awal pengujian metalurgi juga menunjukkan perkembangan yang positif. Material oksida mencatat tingkat perolehan emas sebesar 87% hingga 94%, sedangkan material transisi menunjukkan tingkat perolehan antara 81% hingga 92%.

 

Dari sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp221,08 per saham dengan total nilai mencapai Rp21,90 triliun. Jumlah tersebut setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 123,03% dari laba bersih Perseroan.

 

Sebesar Rp17,80 triliun berasal dari seluruh laba bersih tahun buku 2025, sedangkan Rp4,20 triliun sisanya berasal dari saldo laba ditahan. Keputusan tersebut telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada 8 Juni 2026.

 

Sepanjang tahun 2025, TLKM membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, turun 2,15% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih Perseroan juga mengalami penurunan sebesar 20,49% menjadi Rp17,80 triliun dari Rp22,40 triliun pada tahun 2024.

 

Dengan harga penutupan saham sebesar Rp2.350 per saham pada 8 Juni, dividen yang dibagikan mencerminkan tingkat imbal hasil dividen sekitar 9,41%. Perseroan menargetkan pembayaran dividen dilakukan paling lambat pada 10 Juli 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas:

  • ADMR – Buy 1425–1435 | TP 1470–1495 | SL 1350
  • MSIN – Buy 550–570 | TP 590–610 | SL 525
  • MBMA – Buy 432–436 | TP 444–454 | SL 408
  • ADRO – Buy 2110–2120 | TP 2170–2200 | SL 2020
  • ITMG – Buy 21500–21600 | TP 21900–22000 | SL 20800

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.