Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Saham News - Diposting pada 23 July 2025 Waktu baca 5 menit
Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) terhadap emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), akibat terjadinya lonjakan harga kumulatif yang luar biasa signifikan.
Ini merupakan kali kedua saham CDIA mengalami suspensi. Sebelumnya, suspensi sempat diberlakukan pada tanggal 17 Juli dan perdagangan saham dibuka kembali keesokan harinya.
Saham CDIA tercatat mengalami kenaikan tajam sejak hari pertama tercatat di bursa, selalu menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Secara total, saham yang baru saja melakukan penawaran umum perdana (IPO) bulan ini telah melonjak sebesar 697,37% dari harga awal IPO di Rp 190 per saham menjadi Rp 1.515 per saham. Kapitalisasi pasar CDIA pun telah menembus angka Rp 189,12 triliun, menjadikannya sebagai salah satu emiten dengan valuasi tertinggi di pasar modal Indonesia.
BEI menjelaskan bahwa penghentian sementara perdagangan saham CDIA dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap para investor, terutama mereka yang memiliki saham CDIA. Suspensi diberlakukan baik di pasar reguler maupun pasar tunai, mulai dari sesi pertama pada tanggal 23 Juli 2025 hingga ada pengumuman lebih lanjut dari pihak bursa.
“Sebagai langkah perlindungan bagi investor, PT Bursa Efek Indonesia merasa perlu untuk melakukan suspensi perdagangan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA),” tulis manajemen BEI dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (23/7).
BEI juga mengingatkan seluruh pihak terkait agar terus memperhatikan setiap informasi yang disampaikan oleh perusahaan secara transparan.
Diketahui, saham CDIA yang baru saja IPO ini telah menjadi pemimpin penggerak indeks (leading index) dengan kontribusi sebesar 9,12 poin. Patut dicatat pula bahwa saham CDIA sudah sembilan hari berturut-turut ditutup di batas ARA, mencatatkan lonjakan harga lebih dari 500%.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.