Dana Asing Bakal Masuk Lagi? Cek Peluang di Saham Bank BBCA-BMRI Cs!

Saham News - Diposting pada 20 March 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Dana Asing Keluar dari Pasar Saham, IHSG Tertekan – Adakah Peluang Kembali Masuk?

Pasar saham Indonesia mengalami tekanan besar setelah dana asing tercatat keluar dalam jumlah signifikan, dengan saham-saham bank besar menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai net sell asing mencapai Rp2,48 triliun pada perdagangan Selasa (18/3/2025). Secara kumulatif, sepanjang tahun 2025, net sell asing telah mencapai Rp29,42 triliun.

 

Seiring dengan arus keluar modal asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas. Pada perdagangan kemarin, IHSG anjlok 3,84% atau turun 248,55 poin ke level 6.223,38. Secara year to date (ytd), IHSG telah merosot 12,1% sejak perdagangan perdana tahun ini. Bahkan, pada sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG sempat jatuh 6,12%, memaksa BEI memberlakukan trading halt.

 

Saham Perbankan Jadi Target Jual Asing

Saham perbankan besar atau Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) IV menjadi yang paling banyak dilepas investor asing. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan net sell asing Rp1,53 triliun pada perdagangan kemarin. Sepanjang 2025, BBCA telah mencatat net sell asing Rp9,29 triliun.

 

Selain BBCA, beberapa saham bank besar lainnya juga mengalami aksi jual asing:

  • PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) mencatatkan net sell Rp643 miliar pada perdagangan kemarin, dengan total Rp6,65 triliun ytd.
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) mengalami net sell Rp361 miliar, dengan akumulasi Rp3,18 triliun ytd.
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) mencatatkan net sell Rp120 miliar, dengan total Rp1,48 triliun ytd.

 

Menurut Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, pelaku pasar cenderung wait and see dalam menilai prospek ekonomi domestik dan stabilitas politik. Kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait stabilitas moneter dan suku bunga menjadi faktor pertimbangan utama investor.

 

Namun, Nafan juga menyebut ada peluang arus dana asing kembali masuk, terutama dari implementasi tata kelola perusahaan (GCG) yang baik serta potensi pembagian dividen. BBCA, misalnya, telah mengumumkan pembagian dividen Rp300 per saham untuk tahun buku 2024. Adapun, jadwal cum dividend BBCA di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 20 Maret 2025, sementara pasar tunai pada 24 Maret 2025. Sementara itu, BMRI, BBRI, dan BBNI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pekan depan, dengan agenda pembagian dividen sebagai salah satu poin utama.

 

Dampak Revisi Peringkat Goldman Sachs & Morgan Stanley

Menurut Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, arus keluar dana asing juga dipengaruhi oleh revisi peringkat saham Indonesia oleh perusahaan investasi global. Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia dari overweight menjadi market weight, dengan alasan tekanan ekonomi dan ketegangan perdagangan global.

 

Selain itu, Morgan Stanley memangkas peringkat MSCI Indonesia dari equal weight menjadi underweight. Laporan Morgan Stanley menyebut bahwa return on equity (ROE) Indonesia menunjukkan tren penurunan, terutama akibat melemahnya pertumbuhan sektor siklikal domestik.

 

Valdy menilai, penurunan peringkat oleh Goldman Sachs dan Morgan Stanley berdampak negatif bagi pasar saham Indonesia, berpotensi memicu aksi jual lebih lanjut oleh investor asing dalam beberapa waktu ke depan.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.