Investor Asing Angkat Kaki! Dana Rp7,9 Triliun Hengkang dari Pasar Keuangan RI Pekan Ini

Investasi Digital - Diposting pada 13 July 2025 Waktu baca 5 menit

Bank Indonesia kembali mencatat terjadinya arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik pada pekan kedua bulan Juli 2025, yang turut mendorong pelemahan nilai tukar rupiah selama sepekan terakhir, setelah sebelumnya tercatat arus masuk yang cukup signifikan. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa berdasarkan data transaksi periode 7 hingga 10 Juli 2025, investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp7,90 triliun.

 

“Rinciannya adalah penjualan bersih sebesar Rp5,41 triliun pada SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia), Rp2,34 triliun di pasar saham, dan Rp0,16 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN),” ujar Ramdan melalui pernyataan resmi yang dikutip pada Sabtu (12/7/2025). Sepanjang tahun 2025, berdasarkan data penyelesaian transaksi hingga 10 Juli, asing tercatat telah menjual bersih Rp56,24 triliun di pasar saham dan Rp35,08 triliun pada instrumen SRBI.

 

Namun berbeda dengan SBN yang masih menjadi instrumen favorit investor dan terus mencatatkan arus dana masuk, dengan pembelian bersih mencapai Rp59,27 triliun sepanjang pekan tersebut.

 

Pada saat yang bersamaan, premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia untuk tenor 5 tahun per tanggal 10 Juli 2025 berada di posisi 73,03 basis poin, menurun secara stabil dibandingkan 4 Juli 2025 yang berada di 73,74 basis poin. Imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun juga menurun menjadi 6,56% dan bertahan stabil hingga akhir pekan perdagangan. Sejalan dengan kondisi tersebut serta mempertimbangkan situasi ekonomi global dan domestik saat ini, nilai tukar rupiah ditutup di level (bid) Rp16.215 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (10/7/2025), dan dibuka pada level yang sama pada hari berikutnya.

 

Sebagaimana dilaporkan oleh Bisnis, rupiah ditutup menguat di level Rp16.218 per dolar AS pada Jumat (11/7/2025), naik dari posisi pembukaan yang berada di Rp16.228 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan pekan sebelumnya rupiah menguat 10 poin atau 0,06% ke Rp16.185 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau melemah 0,19% ke level 96,99. Sementara menurut data Bank Indonesia, imbal hasil obligasi pemerintah AS (UST) tenor 10 tahun meningkat menjadi 4,350%, bersamaan dengan penguatan indeks dolar (DXY) terhadap enam mata uang utama dunia (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) yang naik ke 97,65.

 

“Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah dan otoritas terkait lainnya, serta mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal perekonomian nasional,” tutup Denny.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.