Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Investasi Digital - Diposting pada 10 July 2025 Waktu baca 5 menit
Indonesia mencatat sebuah pencapaian besar dalam pengembangan ekosistem ekonomi halal dunia. Berdasarkan laporan DinarStandard dalam peluncuran The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia dinyatakan sebagai negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) dengan jumlah kesepakatan investasi terbanyak, dengan nilai total mencapai US$1,6 miliar atau sekitar Rp26,03 triliun.
Pencapaian ini menempatkan Indonesia di posisi teratas dalam hal keberhasilan menarik investasi pada sektor industri halal, melampaui negara-negara anggota OIC lainnya. Adapun total nilai investasi global di sektor ini tercatat sebesar US$5,8 miliar atau kurang lebih Rp94,36 triliun (dengan asumsi nilai tukar Rp16.296 per dolar).
"Indonesia memimpin semua negara anggota OIC dalam hal jumlah kesepakatan investasi. Ini sungguh merupakan sebuah capaian luar biasa," ungkap Reem El Shafaki, Partner dari DinarStandard, dalam peluncuran SGIE Report 2024/2025 pada Selasa (8/7/2025).
Reem menguraikan bahwa sektor-sektor yang paling banyak menyerap investasi meliputi makanan halal, farmasi, kosmetik, media hiburan, serta pariwisata yang ramah terhadap wisatawan Muslim. Selain itu, investasi juga mulai mengarah pada pengembangan teknologi halal seperti pemanfaatan blockchain untuk pelacakan rantai pasok, sertifikasi halal berbasis kecerdasan buatan (AI), serta dorongan untuk memproduksi secara lokal sebagai respons terhadap kondisi pascapandemi.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia dalam meraih posisi terdepan ini tidak terlepas dari ekosistem halal nasional yang semakin matang. Kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri halal, serta sektor swasta dinilai sebagai faktor utama keberhasilan.
“Saya menyampaikan apresiasi atas semua upaya yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk kebijakan dari pemerintah, kekuatan ekosistem halal yang dimiliki, serta keberadaan ekosistem startup yang aktif dan mendukung. Semua ini kini mulai menunjukkan hasilnya,” ujar Reem.
Meningkatnya arus investasi ini menunjukkan bahwa daya saing ekonomi halal Indonesia semakin diperhitungkan dalam lanskap ekonomi Islam global. Reem juga menekankan pentingnya momentum ini dimanfaatkan sebaik mungkin melalui penguatan kerja sama lintas sektor serta dorongan terhadap inovasi, agar Indonesia tak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga dapat tampil sebagai pemimpin utama dalam rantai pasokan halal global.
Sumber: wartaekonomi.co.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.