Berita Terkini
Timur Tengah Memanas! NATO Bereaksi atas Rencana Blokade Hormuz oleh AS-Apa Dampaknya ke Dunia?
/index.php
Edukasi - Diposting pada 06 April 2026 Waktu baca 5 menit
Warren Buffett kerap dijadikan panutan oleh para investor di seluruh dunia. Investor legendaris dengan kekayaan mencapai Rp1.791,73 triliun ini secara konsisten membagikan wawasan serta strategi efektif dalam mengelola keuangan.
Sebagai pimpinan Berkshire Hathaway, ia meyakini bahwa salah satu prinsip utamanya dapat menjadi perlindungan kuat dalam menghadapi tekanan inflasi.
Dalam rapat pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway tahun lalu, Buffett menyampaikan bahwa hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menjadi sangat kompeten dalam suatu bidang.
Ia menekankan bahwa dampak inflasi dapat diminimalkan dengan terus mengembangkan diri dan menjaga posisi sebagai yang terbaik di bidang yang dipilih.
Menurutnya, keterampilan yang dimiliki seseorang tidak dapat diambil atau dikurangi oleh siapa pun. Ia juga menyebutkan, sebagaimana dikutip dari Yahoo Finance pada Rabu (5/4/2026), bahwa investasi terbaik adalah segala sesuatu yang berkontribusi pada pengembangan diri dan tidak dikenakan pajak.
Upaya tersebut bisa berupa menempuh pendidikan tinggi, mengikuti pelatihan, belajar dari mentor, atau memperluas wawasan melalui membaca dan mempelajari berbagai budaya, bahasa, serta inovasi.
Di usia 92 tahun, Buffett menegaskan bahwa tidak perlu memaksakan diri mengejar keterampilan yang tidak relevan, terutama di tengah tekanan inflasi. Sebaliknya, ia menyarankan untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan sebaik mungkin, termasuk menguasai kemampuan komunikasi yang menurutnya sangat penting.
Ia bahkan menyatakan dalam sebuah video di LinkedIn bahwa meningkatkan kemampuan komunikasi dapat meningkatkan nilai diri hingga setidaknya 50% lebih tinggi dari kondisi saat ini.
Buffett juga mengibaratkan bahwa tanpa kemampuan komunikasi, kecerdasan tidak akan tersampaikan, seperti berkedip kepada seseorang dalam gelap yang tidak memberikan hasil apa pun. Menurutnya, kecerdasan harus dapat disalurkan melalui komunikasi yang efektif.
Namun demikian, bertahan di tengah inflasi tidak cukup hanya dengan kemampuan komunikasi. Setelah berinvestasi pada pengembangan diri, seseorang juga dapat mempertimbangkan instrumen lain sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Properti
Buffett menilai real estat sebagai investasi yang baik selama masa inflasi. Ia menjelaskan bahwa properti merupakan investasi sekali beli tanpa kebutuhan tambahan modal yang besar setelahnya.
Ia mencontohkan bahwa rumah yang dibangun puluhan tahun lalu hanya membutuhkan biaya awal, tetapi tetap memperoleh manfaat dari kenaikan nilai akibat inflasi tanpa perlu investasi ulang.
Kekuatan harga saham
Buffett telah melewati berbagai krisis ekonomi di Amerika Serikat, termasuk periode inflasi tinggi pada 1970-an. Pengalamannya dalam mengelola portofolio pada masa tersebut membuatnya memiliki pandangan kuat mengenai investasi saat inflasi meningkat.
Dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada 1981, ia menyebutkan dua karakteristik bisnis yang mampu bertahan dalam inflasi, yaitu kemampuan menaikkan harga dengan mudah serta kemampuan meningkatkan aktivitas bisnis tanpa membutuhkan biaya besar.
Buffett cenderung menyukai perusahaan berkualitas tinggi dengan kebutuhan modal rendah, seperti Apple (AAPL). Apple dinilai memiliki kinerja keuangan yang kuat serta efisiensi dan daya tawar tinggi, sehingga mampu bertahan dalam kondisi inflasi.
Emas
Buffett dikenal kurang menyukai investasi emas. Dalam suratnya tahun 2011 kepada pemegang saham, ia menyebut emas sebagai aset yang tidak menghasilkan nilai tambah.
Namun, sebagian pakar keuangan lain melihat emas sebagai lindung nilai yang efektif terhadap inflasi karena daya belinya relatif stabil dari waktu ke waktu.
Berkshire Hathaway bahkan sempat memiliki sekitar 21 juta saham perusahaan tambang emas Barrick Gold beberapa tahun lalu.
Penasihat keuangan William Bevins menyatakan bahwa meskipun nilai dolar dapat tergerus inflasi, emas dapat membantu menjaga daya beli tersebut.
Investasi emas dapat dilakukan secara langsung dengan membeli emas fisik seperti batangan, koin, atau perhiasan. Selain itu, investasi juga dapat dilakukan melalui aplikasi dengan membeli saham perusahaan tambang emas di pasar modal.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.