Berita Terkini
Timur Tengah Memanas! NATO Bereaksi atas Rencana Blokade Hormuz oleh AS-Apa Dampaknya ke Dunia?
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 04 April 2026 Waktu baca 5 menit
Sebuah pesawat milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dilaporkan kembali jatuh di wilayah Teluk Persia pada Jumat (3/4). Peristiwa ini terjadi di tengah berlangsungnya operasi pencarian dan penyelamatan secara intensif, setelah sebelumnya Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah jet tempur AS.
Berdasarkan laporan New York Times yang mengutip pejabat AS, sebuah pesawat jenis A-10 Warthog jatuh di sekitar Selat Hormuz, hampir bersamaan dengan jatuhnya jet tempur F-15E yang disebabkan oleh serangan Iran. Pilot tunggal yang mengoperasikan A-10 tersebut berhasil diselamatkan.
Terkait insiden yang melibatkan F-15E, seorang pejabat AS yang tidak ingin disebutkan identitasnya menyampaikan bahwa satu dari dua awak pesawat telah berhasil diselamatkan. Sementara itu, tim pencarian dan penyelamatan masih terus melakukan penyisiran di lokasi untuk menemukan satu awak lainnya.
Hilangnya pesawat tempur dalam konflik ini menunjukkan adanya peningkatan eskalasi yang signifikan dalam perang yang telah berlangsung selama lima minggu dan turut memicu krisis energi global. Hingga laporan ini disampaikan, Komando Pusat AS (CENTCOM) belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Donald Trump, dalam wawancaranya dengan NBC News, menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait operasi penyelamatan yang sedang berlangsung. Namun demikian, ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan memengaruhi sikap Amerika Serikat dalam proses negosiasi dengan Iran.
Trump menyatakan secara tegas bahwa kejadian tersebut sama sekali tidak berdampak, sambil menekankan bahwa situasi yang terjadi merupakan bagian dari perang. Pernyataan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon.
Dua helikopter militer yang turut terlibat dalam upaya pencarian jet F-15 dilaporkan juga terkena tembakan dari Iran, sebagaimana diberitakan oleh NBC News yang mengutip pejabat AS.
Di sisi lain, kantor berita semi-pemerintah Iran, Tasnim, mengklaim bahwa militer mereka telah berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur Amerika yang sangat canggih.
Media pemerintah Iran sebelumnya juga pernah menyampaikan klaim serupa terkait penembakan pesawat AS, yang kemudian dibantah oleh pihak Amerika. Pentagon melalui CENTCOM pada Kamis menyatakan bahwa klaim dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengenai penembakan jet musuh di atas sebuah pulau di Selat Hormuz adalah tidak benar.
CENTCOM juga menyebutkan melalui unggahan di media sosial bahwa IRGC telah membuat klaim yang tidak benar tersebut setidaknya enam kali.
Hingga Jumat, Iran terus melancarkan serangan ke berbagai lokasi di negara-negara Teluk Arab, hanya beberapa jam setelah Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap infrastruktur Iran sebagai upaya menekan Teheran agar memulai perundingan damai. Presiden AS tersebut bahkan membagikan video runtuhnya sebuah jembatan melalui media sosial pada Kamis, sembari memperingatkan bahwa akan ada tindakan lanjutan jika Iran tidak bersedia bernegosiasi.
Iran tetap menunjukkan sikap tegas. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil tidak akan membuat rakyat Iran menyerah. Hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda bahwa Iran akan memenuhi tuntutan Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan serangan, bahkan Teheran justru mengajukan syarat-syaratnya sendiri dalam upaya mencapai kesepakatan.
Sumber: bloombergtechnoz.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.