Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Edukasi - Diposting pada 23 July 2025 Waktu baca 5 menit
Saham vs Deposito: Mana Pilihan Terbaik di 2025?
Pertanyaan klasik tentang investasi saham atau deposito, mana yang lebih menguntungkan kembali mengemuka di kalangan investor. Di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak, jawaban atas dilema ini tidak sesederhana memilih salah satu.
Tren Terkini: Stabilitas Deposito vs Potensi Saham
Keunggulan deposito tetap terletak pada stabilitasnya: tidak terpengaruh fluktuasi suku bunga BI, mudah diakses, dan dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Sebaliknya, pasar saham menawarkan return jangka panjang jauh lebih tinggi. Berdasarkan data 2023, rata-rata imbal hasil historis saham mencapai 15–20% per tahun, melampaui deposito yang stagnan di 3–4%. Namun, saham datang dengan risiko volatilitas tinggi dan menuntut analisis mendalam sebelum mengambil keputusan.
Hitung Cermat: Pajak & Inflasi Tekan Cuan Riil
Pajak menjadi faktor krusial dalam menghitung net return. Bunga deposito dikenakan pajak 20%, sedangkan dividen dan capital gain saham memiliki skema berbeda, yang kerap lebih ramah investor. Bibit mencatat, return bersih reksa dana pasar uang (instrumen mirip deposito) berada di 5–6% per tahun setelah pajak, sementara deposito pasca pajak hanya sekitar 2,5–3%.
Deposito berada di posisi paling rendah dalam perbandingan dengan SBN dan reksa dana pasar uang, yang masing-masing mencatat return 5,5–6% bebas pajak.
Likuiditas & Akses: Fleksibilitas Saham Unggul
Deposito ideal untuk kebutuhan jangka pendek hingga menengah, namun pencairan sebelum jatuh tempo akan dikenakan penalti. Sebaliknya, saham dapat dijual kapan saja selama jam bursa—meski risiko harga anjlok tetap ada (Reku, Cermati, Bank Luna). Untuk dana darurat atau rencana finansial dalam waktu dekat, deposito menjadi pilihan aman. Sementara saham lebih tepat untuk target investasi jangka panjang (≥ 5 tahun).
Profil Risiko: Konservatif vs Agresif
Deposito cocok bagi investor konservatif yang mengutamakan keamanan modal dan ketenangan pikiran. Sebaliknya, saham ditujukan untuk investor yang siap menghadapi fluktuasi demi imbal hasil lebih besar.
Deposito = risiko rendah, keuntungan tetap
Saham = potensi return tinggi, risiko volatilitas besar.
Peneliti RHB Tradesmart mengingatkan bahwa diversifikasi dan analisis fundamental adalah kunci bagi investor saham agar mampu bertahan dalam guncangan pasar.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.