Bisnis | Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Pinjaman Rp514 Triliun dari IMF & Bank Dunia-Ini Alasan di Baliknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 10 April 2023 Waktu baca 5 menit
Dalam era teknologi yang semakin maju, kita tidak hanya dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memudahkan hidup kita, namun juga dapat dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal. Pencurian mobil menjadi salah satu contohnya. Pelaku kriminal tidak lagi hanya mengandalkan serangan relay, eksploitasi Bluetooth, atau menggandakan kunci untuk membuka mobil. Kini, para pelaku kriminal telah menemukan cara baru untuk mencuri kendaraan dengan menggunakan teknologi.
Para pelaku kriminal yang cerdik telah menggunakan alat-alat khusus yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat langsung dicolokkan ke dalam kabel di belakang lampu depan mobil korban. Setelah tercolok, mereka dapat membuka kunci, menyalakan mesin, dan mengemudikan mobil pergi sebelum pemilik mobil menyadari kejadian tersebut.
Seorang ahli teknologi mobil bernama Ian Tabor, yang menjalankan cabang UK dari Car Hacking Village, mencoba mencari tahu bagaimana para pencuri berhasil membawa kabur mobilnya. Dia bekerja dengan aplikasi "MyT" milik Toyota dan menemukan bahwa mobil Toyota RAV4 miliknya menghasilkan banyak kode kesalahan diagnosa sebelum dicuri, salah satunya adalah untuk komputer yang mengendalikan lampu eksterior mobil.
Tabor menemukan bahwa para pencuri membawa kabur mobilnya dengan cara mengeksploitasi jaringan CAN Bus, sebuah sistem pengiriman pesan antar komponen kendaraan yang menggunakan protokol Controller Area Network (CAN). Sistem ini menghubungkan berbagai komputer dan sensor yang ada di dalam kendaraan untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi, seperti informasi mesin, informasi keselamatan, dan lain sebagainya. Dengan demikian, jaringan CAN Bus memainkan peran penting dalam pengoperasian kendaraan modern.
Setelah ditelusuri, Tabor berhasil menemukan alat-alat mahal yang diklaim bisa digunakan untuk mengeksploitasi berbagai merek dan model mobil. Alat-alat tersebut hanya terdiri dari komponen senilai $10 saja. Keajaiban sebenarnya terletak pada pemrogramannya, yang dirancang untuk menyuntikkan pesan CAN palsu ke dalam jaringan CAN Bus mobil yang sebenarnya. Pesan-pesan tersebut memperdaya mobil agar mengira kunci yang terpercaya hadir, sehingga memungkinkan para pencuri untuk membuka pintu dan menonaktifkan sistem keamanan.
Perangkat tersebut terlihat seperti speaker portabel biasa dan diisi dengan rangkaian elektronik di dalam kotak speaker Bluetooth merek JBL. Para pencuri hanya perlu menyalakan perangkat tersebut untuk dapat mengakses jaringan CAN dan membuka mobil.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.