Warning! BPS Sebut Produksi Beras Berpotensi Anjlok hingga 650 Ribu Ton

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 17 October 2023 Waktu baca 5 menit

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan bahwa produksi beras pada tahun 2023 berpotensi mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan ini disebabkan oleh luas panen yang menyusut dan produksi gabah kering giling (GKG) di Indonesia, akibat dampak dari kekeringan yang berlangsung dalam fenomena El Nino.

 

Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa produksi beras nasional diprediksi hanya mencapai sekitar 30,90 juta ton pada tahun 2023. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 650 ribu ton atau sekitar 2,05% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

 

Amalia menjelaskan, "Produksi beras pada tahun 2023 diprediksi mencapai 30,90 juta ton, mengalami penurunan sekitar 0,65 juta ton atau 2,05% dibandingkan dengan tahun sebelumnya." Ia mengemukakan hal ini dalam konferensi pers pada hari Senin, 16 Oktober 2023.

 

Dalam periode Januari hingga September 2023, produksi beras nasional mencapai sekitar 26,11 juta ton, mengalami penurunan sebesar 0,22%. Sementara itu, untuk sisa tahun ini, yaitu Oktober hingga Desember 2023, potensi produksi beras hanya diperkirakan mencapai 4,78 juta ton.

 

"Jika kita melihat potensi produksi beras sepanjang Oktober hingga Desember 2023, diprediksi hanya akan mencapai 4,78 juta ton. Ini mengalami penurunan sebesar 0,59 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, atau penurunan sekitar 10,92%," tambahnya.

 

Berdasarkan wilayah, penurunan produksi beras sepanjang tahun 2023 diperkirakan akan terjadi di wilayah Jawa yang mengalami penurunan sekitar 0,41 juta ton, Sulawesi mengalami penurunan sekitar 0,24 juta ton, Kalimantan mengalami penurunan sekitar 0,04 juta ton, dan Sumatera mengalami penurunan sekitar 0,01 juta ton. Sementara itu, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua, diperkirakan akan mengalami kenaikan produksi beras masing-masing sebesar 0,05 juta ton dan 0,15 ribu ton.

 

Amalia menyebutkan bahwa potensi defisit produksi beras diperkirakan akan semakin meluas hingga akhir tahun 2023. Menurut perkiraan BPS, defisit produksi beras terbesar terjadi pada bulan Desember 2023, yaitu sekitar minus 1,45 juta ton.

 

"Dengan hanya mempertimbangkan selisih antara perkiraan produksi domestik dan konsumsi ini saja, maka akhir tahun produksi beras diperkirakan akan mengalami surplus sekitar 0,28 juta ton sepanjang tahun 2023," ujarnya.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.