Wah! Setoran Pajak Kelas Menengah Tembus Angka Orang Kaya di RI

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 30 August 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Proporsi pengeluaran kelas menengah untuk pembayaran pajak atau iuran terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Bahkan, kontribusi kelas menengah dalam hal ini kini setara dengan kelas atas pada tahun 2024.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, porsi pengeluaran untuk pajak dan iuran bagi kelas atas mencapai 4,84% dari total pengeluaran bulanan, sementara kelas menengah mencatatkan angka 4,53%.

Untuk kelompok yang sedang menuju kelas menengah atau _aspiring middle class_, porsi pengeluarannya tercatat sebesar 3,59%. Kelompok rentan miskin mengalokasikan 3,84%, sedangkan kelompok miskin 3,58% dari total pengeluaran bulanan mereka.

 

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh dari survei sosial ekonomi nasional atau Susenas 2024.

"Pajak yang disurvei dalam Susenas meliputi PBB, pajak kendaraan bermotor (STNK), asuransi, serta retribusi seperti iuran RT/RW, sampah, keamanan, kuburan, dan lainnya," jelas Ateng kepada CNBC Indonesia, Jumat (30/8/2024).

Sebagai informasi tambahan, pola belanja kelas menengah telah mengalami perubahan signifikan dalam 10 tahun terakhir, terutama dari 2014 hingga 2024. Belanja untuk hiburan dan pesta meningkat tajam, sementara pengeluaran untuk makanan mengalami penurunan dalam periode tersebut.

 

Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mencatat bahwa pengeluaran kelas menengah untuk makanan dan minuman tetap menjadi yang terbesar, mencapai 41,67% pada tahun 2024, meskipun turun dari 45,53% pada 2014.

"Satu dekade lalu, 45,53% pengeluaran kelas menengah dialokasikan untuk makanan dan minuman, namun kini hanya sebesar 41,67%," ujar Amalia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Pengeluaran terbesar kedua adalah untuk perumahan, yang porsinya pada 2024 hanya 28,52%, turun dari 32,87% pada 2014. Hal serupa terjadi pada belanja pendidikan, yang menurun dari 4,32% pada 2014 menjadi 3,66% pada 2024, serta belanja kesehatan yang turun menjadi 2,86% pada 2024 dari 3,27% pada 2014.

 

Sebaliknya, belanja untuk pembayaran pajak atau iuran mengalami lonjakan tajam dari 1,62% pada 2014 menjadi 4,53% pada 2024. Pengeluaran untuk barang tahan lama juga meningkat dari 1,72% menjadi 2,29%.

Belanja untuk kendaraan naik dari 2,97% pada 2014 menjadi 3,99% pada 2024, sedangkan pengeluaran untuk pakaian meningkat dari 2,18% pada 2014 menjadi 2,44%. Pengeluaran untuk barang tahan lama juga naik dari 1,72% menjadi 2,29%.

Pengeluaran untuk hiburan juga mengalami kenaikan dari 0,22% pada 2014 menjadi 0,38% pada 2024. Begitu juga dengan belanja untuk keperluan pesta, yang melonjak dari 0,75% pada 2014 menjadi 3,18% pada 2024.

Amalia menjelaskan bahwa pengelompokan kelas ini didasarkan pada standar Bank Dunia yang tercantum dalam dokumen _Aspiring Indonesia: Expanding the Middle Class 2019_. Pengelompokan ini mengacu pada pengeluaran yang dihitung berdasarkan garis kemiskinan sebesar Rp 582.932 per kapita.

 

Kelas menengah memiliki pengeluaran 3,5-17 kali lipat dari garis kemiskinan, atau sekitar Rp 2,04 juta hingga Rp 9,90 juta per kapita per bulan. Kelompok rentan menengah memiliki pengeluaran 1,5-3,5 kali lipat dari garis kemiskinan, yaitu sekitar Rp 874.39 ribu hingga Rp 2,04 juta. Kelompok rentan miskin memiliki pengeluaran 1-1,5 kali lipat dari garis kemiskinan, yaitu antara Rp 582.93 ribu hingga Rp 874.39 ribu.

Sementara itu, kelompok miskin memiliki pengeluaran di bawah garis kemiskinan, yakni di bawah Rp 582.93 ribu per kapita per bulan. Sedangkan kelas atas memiliki pengeluaran yang 17 kali lebih tinggi dari garis kemiskinan, yaitu di atas Rp 9,90 juta per kapita per bulan.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.