Valuasi Startup Turun, Temasek dan SoftBank Mengalami Kerugian Besar

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 13 July 2023 Waktu baca 5 menit

Investor kelas atas, Temasek dan SoftBank, menghadapi kerugian yang signifikan tahun ini akibat valuasi startup yang menurun drastis.

 

Pada kuartal pertama, Temasek, perusahaan investasi milik negara Singapura, mencatatkan kerugian bersih sebesar US$ 6 miliar. Hal ini disebabkan oleh tantangan ekonomi dan geopolitik global yang memberikan tekanan pada kegiatan investasi. Turunnya valuasi startup menjadi salah satu akibatnya. Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah inflasi, ketegangan geopolitik, serta konflik Rusia-Ukraina yang meningkatkan biaya modal dan menghambat arus modal.

 

Selain itu, Temasek juga mengalami kerugian karena investasinya di bursa kripto FTX yang bangkrut akibat kasus penipuan. "Kami berinvestasi di FTX karena melihat potensi teknologinya dan pangsa pasar yang dimiliki," ujar Kepala Investasi Temasek International, Rohit Sipahimalani, seperti dikutip dari Asia Nikkei Review, Selasa (11/7). "Namun, kami sangat kecewa karena terdapat situasi penipuan di sana."

 

Pada kuartal pertama 2023, imbal hasil investasi Temasek kepada pemegang saham mengalami penurunan sebesar 5,07%. Hal ini menjadi kebalikan dari kuartal pertama 2022 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,81%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya pasar ekuitas selama setahun terakhir dan penerapan prinsip akuntansi baru pada tahun 2018. Jika prinsip akuntansi yang sama diterapkan pada tahun 2016 atau 2009, maka Temasek pasti akan mencatatkan kerugian.

 

Rohit menyatakan bahwa sebagai investor, mereka tidak dapat menghindari siklus pasar yang terjadi. "Sulit bagi kami untuk memprediksi ke mana arah 'pasar' akan bergerak. Yang bisa kami lakukan adalah menciptakan portofolio yang tangguh dan melampaui kinerja 'pasar'," ujarnya.

 

Di sisi lain, perusahaan investasi Jepang, SoftBank, juga melaporkan kerugian pada anak usahanya, SoftBank Vision Fund, sebesar ¥ 4,3 triliun atau sekitar Rp 471 triliun selama periode Januari-Maret. Angka ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai ¥ 2,55 triliun.

 

SoftBank Vision Fund adalah modal ventura yang didirikan pada tahun 2017 dengan fokus memberikan pendanaan kepada startup. Portofolio investasi SoftBank Vision Fund antara lain mencakup Grab dan Tokopedia. Tokopedia kemudian bergabung dengan Gojek untuk membentuk entitas baru bernama GoTo Gojek Tokopedia.

 

Secara keseluruhan, SoftBank mengalami kerugian sebesar ¥ 970,14 miliar, turun dari kuartal pertama 2022 yang mencapai ¥ 1,7 triliun. Menurunnya valuasi SoftBank Vision Fund menjadi faktor utama penyebab kerugian tersebut.

 

Dalam setahun terakhir, SoftBank telah melakukan penjualan saham untuk mengumpulkan uang tunai, termasuk di T-Mobile dan Alibaba, dengan harapan meminimalisir kerugian secara keseluruhan. Namun, SoftBank masih mencatat kerugian pada investasi di berbagai bidang, termasuk di perusahaan kecerdasan buatan China, SenseTime, dan GoTo Gojek Tokopedia.

 

SoftBank, melalui afiliasinya di Singapura, SVF GT Subco, juga melakukan investasi pada startup seperti GoTo Gojek Tokopedia. Namun, mereka mulai menjual sebagian saham di startup besar Indonesia tersebut.

 

Sumber: katadata

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.