Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 15 January 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Judi online menjadi semakin populer di Indonesia. Terbukti dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang melaporkan total pendapatan game online sepanjang tahun 2023 mencapai Rp 327 triliun. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan total uang yang beredar tercatat dari 168 juta transaksi yang dilakukan oleh 3,29 juta masyarakat Indonesia.
Ivan mengatakan pada acara refleksi kerja PPATK 2023 di kantornya, Jakarta, Jumat (1 Desember 2023): “Total penerimaan kumulatif dana terkait game online hanya pada tahun 2023, PPATK telah mencapai nilai rupiah sebesar Rp 327. triliun." ).
PPATK mengungkapkan, transaksi yang dilakukan 3,29 juta pemain game online termasuk deposit ke situs game online bernilai total Rp 34,52 triliun. Pendapatan kumulatif tahun 2023 terkait perjudian online menyumbang 63% dari total pendapatan yang dibukukan PPATK sepanjang tahun 2017 hingga 2023 sebesar Rp 517 triliun.
“Ini berdasarkan hasil game online tahun-tahun sebelumnya yang mencapai Rp 517 triliun lebih. Kita bisa melihat betapa luasnya game online di masyarakat kita,” kata Ivan. Ia berharap jumlah tersebut bisa berkurang pada tahun 2024. Menurut PPATK, aliran uang dari para pelaku game online, kata Ivan, berkisar pada penggunaan rekening yang ditunjuk atau rekening lain yang diperoleh melalui aktivitas peminjaman rekening dan jual beli rekening masyarakat. untuk digunakan para penjudi online sebagai rekening simpanan dana judi online.
Sebagian uang hasil permainan untung-untungan online tersebut ditransfer ke luar negeri oleh pelaku melalui front company. Total nominal yang ditransfer ke luar negeri berjumlah lebih dari Rp 5,15 triliun. “Dan total rekening yang disuspend sementara sebanyak 3.935 rekening, dan total saldo rekening yang kami suspensi adalah Rp 167,68 miliar,” tegas Ivan.
Jika uang beredar ini digunakan untuk membangun stadion sepak bola internasional seperti JIS dengan anggaran Rp4,5 miliar, maka Rp327 triliun bisa membangun 72 stadion kelas dunia. Jika digunakan untuk membangun PLTS terapung seperti Waduk Cirata, jumlah tersebut bisa menghasilkan 192 PLTS terapung.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.