Trump Vs Powell: Konflik Memanas, Nilai Tukar Rupiah Terancam Melemah!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 22 April 2025 Waktu baca 5 menit

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Februari 2025. Dok White House Official

Konflik Trump dan Powell Pengaruhi Nilai Tukar Rupiah

Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell berimbas pada pergerakan nilai tukar rupiah.

Trump mengancam untuk memecat Powell karena ingin The Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga, sementara Powell menolak tuntutan tersebut.

 

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa perselisihan ini justru berpotensi menguatkan rupiah. "Konflik antara pemerintahan Trump dan Bank Sentral AS ini memberikan dampak positif bagi rupiah, meskipun perang dagang dan ketegangan geopolitik masih berlangsung," ujarnya dalam percakapan via telepon pada Senin, 21 April 2025.

 

Ibrahim menambahkan bahwa The Fed, sebagai lembaga independen, tidak boleh diintervensi oleh pemerintah AS. Menurutnya, jika intervensi ini terus berlanjut, maka dolar AS akan semakin melemah dan investor bisa meninggalkan mata uang tersebut.

 

Beberapa hari setelah Trump mengumumkan tarif resiprokal, dia kembali mendesak Powell untuk menurunkan suku bunga. "Harga energi turun, suku bunga turun, inflasi turun, bahkan harga telur turun 69 persen, dan pekerjaan meningkat, semuanya dalam dua bulan—kemenangan besar untuk Amerika. Potong suku bunga, Jerome, dan berhenti bermain politik!" tulis Trump dalam unggahan media sosial pada Jumat, 4 April 2025.

 

Powell sendiri sudah memberikan peringatan bahwa penerapan tarif resiprokal dapat meningkatkan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. “Saat ini, kami sedang menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum membuat keputusan kebijakan. Kami terus menganalisis data, proyeksi ke depan, serta menilai risiko yang ada,” ungkap Powell dalam pidatonya pada acara Economic Outlook, Rabu, 16 April 2025.

 

Menanggapi sikap Powell, Trump menegaskan bahwa dia memiliki kewenangan untuk memecat Powell dari jabatannya. Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengungkapkan pada Jumat, 18 April 2025, bahwa Trump dan timnya sedang mempelajari kemungkinan untuk memecat Gubernur The Fed tersebut.

Sumber: tempo.co

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.