Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 22 April 2025 Waktu baca 5 menit
Vivo akhirnya merilis ponsel flagship terbarunya, Vivo X200 Ultra, di pasar Tiongkok. Dengan spesifikasi tinggi dan teknologi kamera mutakhir, perangkat ini digadang-gadang sebagai penantang serius iPhone 16.
Smartphone ini membawa layar LTPO AMOLED quad-curved berukuran 6,78 inci dengan resolusi QHD+ dan refresh rate 120Hz. Di sektor performa, Vivo X200 Ultra diperkuat chipset Snapdragon 8 Elite dan GPU Adreno 830.
Berjalan di atas OriginOS 5 berbasis Android 15, perangkat ini mendapat jaminan pembaruan 4 kali untuk versi Android dan pembaruan keamanan selama 5 tahun. Sertifikasi IP68 dan IP69 memastikan ketahanan terhadap air dan debu ekstrem.
Keunggulan utama terletak pada sektor kamera. Vivo menyematkan sensor Sony LYT-818 50MP untuk kamera utama dan ultrawide, serta lensa periskop 200MP ISOCELL HP9 dengan zoom optik 3,7x.
Dukungan dua chip pemrosesan gambar, V3+ dan VS1, memperkuat hasil fotografi dengan bantuan AI. Sementara, kolaborasi dengan ZEISS memungkinkan zoom optik hingga 8,7x. Ponsel ini juga mampu merekam video 8K 30fps dan 4K 120fps.
Vivo X200 Ultra ditenagai baterai besar 6.000mAh, mendukung pengisian cepat kabel 100W dan nirkabel 30W, serta dilengkapi fitur reverse charging dan sensor sidik jari di layar.
Harga di China dimulai dari:
12GB/256GB: CNY 6.499 (Rp14,7 juta)
16GB/512GB: CNY 6.999 (Rp15,8 juta)
16GB/1TB: CNY 7.999 (Rp18 juta)
Tersedia dalam warna Hitam, Merah, dan Putih dengan desain terinspirasi koper Rimowa.
Industri smartphone di China menunjukkan pertumbuhan pesat di kuartal I 2025, dengan pengapalan mencapai 71,6 juta unit, tumbuh 3,3% YoY. Angka ini mengungguli pertumbuhan global yang hanya 1,5% YoY.
Pertumbuhan ini ditopang oleh kebijakan subsidi pemerintah China yang masih berlaku hingga Januari 2025. Hal ini memberikan dampak signifikan terhadap pasar global.
Meski Apple masih memimpin secara global, posisi mereka di China kian tergerus. Penjualan iPhone hanya mencapai 9,8 juta unit, turun 9% YoY.
Sebaliknya, Xiaomi mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan 39,9% dan menjual 13,3 juta unit, memimpin pasar dengan pangsa 18,6%. Disusul Huawei (18%), Oppo (3,3%), dan Vivo (2,3%).
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.