Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 14 April 2025 Waktu baca 5 menit
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat gebrakan dengan mengumumkan tarif tambahan terhadap produk semikonduktor yang akan diberlakukan pekan depan. Kebijakan ini menandai perubahan arah dari pernyataan sebelumnya yang menyatakan pengecualian terhadap perangkat konsumen seperti smartphone dan komputer dalam kebijakan tarif balik terhadap China.
"Kita ingin menyederhanakan proses ini bagi banyak perusahaan, karena kami berupaya memproduksi chip dan semikonduktor sendiri di dalam negeri," ujar Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One dalam perjalanan kembali ke Washington, dikutip dari Reuters, Senin (14/4/2025).
Trump menekankan pentingnya fleksibilitas dalam merumuskan kebijakan perdagangan. "Tak seorang pun boleh bersikap terlalu kaku," tegasnya.
Sebelumnya, Trump mengungkap bahwa pemerintah tengah melakukan penyelidikan terhadap rantai pasokan elektronik sebagai bagian dari "Investigasi Tarif Keamanan Nasional", yang akan menjadi dasar dari tarif baru tersebut.
"Saya akan mengumumkan tarif dalam minggu depan," ucap Trump, seperti dikutip AFP.
Mengutip laporan dari cnbcindonesia.com, Pada hari Jumat lalu, Gedung Putih sempat mengumumkan pengecualian produk teknologi dari tarif tinggi, memberi harapan bahwa produk seperti ponsel dan laptop akan tetap bebas dari lonjakan harga. Namun pernyataan baru dari Menteri Perdagangan, Howard Lutnick, mengonfirmasi bahwa produk teknologi asal China—termasuk semikonduktor dan farmasi—akan dikenakan tarif baru dalam waktu dekat.
Dalam wawancara di acara “This Week” ABC, Lutnick menyebut bahwa tarif khusus akan dikenakan pada produk elektronik, termasuk smartphone dan komputer, terpisah dari tarif resiprokal yang sudah naik menjadi 125% minggu lalu.
“Mereka tidak terkena tarif resiprokal, tetapi akan masuk dalam tarif sektor semikonduktor yang kemungkinan mulai berlaku satu hingga dua bulan ke depan,” jelas Lutnick.
Sebagai balasan, pemerintah China menaikkan bea impor atas barang AS menjadi 125% pada Jumat lalu, setelah AS menaikkan tarif impor China menjadi 145% di minggu sebelumnya.
Kementerian Perdagangan China merespons dengan pernyataan tajam: “Lonceng di leher harimau hanya bisa dilepas oleh orang yang mengikatnya.”
Di tengah tarik-ulur kebijakan yang berubah-ubah, kritik terhadap pemerintahan Trump terus menguat. Sven Henrich, analis pasar sekaligus pendiri NorthmanTrader, menyindir kondisi tersebut dengan tajam.
"Reli pasar terbesar tahun ini mungkin terjadi pada hari Lutnick dipecat," tulis Henrich melalui platform X.
Senator Elizabeth Warren juga melontarkan kritik keras terhadap revisi tarif Trump, menilai kebijakan ini sarat kekacauan dan memperburuk kondisi ekonomi.
"Tidak ada kebijakan tarif yang jelas—hanya kekacauan dan korupsi," tegas Warren di acara “This Week” ABC.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.