Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Turun - Apa Dampaknya untuk RI?

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 22 June 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Harga minyak mentah dunia mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat pagi (20 Juni 2025), setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa keputusan mengenai kemungkinan aksi militer terhadap Iran baru akan ditentukan dalam dua minggu ke depan. Pernyataan tersebut menenangkan pasar yang sebelumnya khawatir akan adanya serangan dalam waktu dekat.

 

Mengacu pada data Refinitiv pada pukul 09.45 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman bulan Agustus turun ke angka US$76,90 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) justru mencatat sedikit kenaikan menjadi US$75,61 per barel. Pergerakan ini merupakan koreksi dari lonjakan tajam pada hari sebelumnya, di mana harga Brent sempat ditutup melambung hampir 3% ke level US$78,85 per barel.

 

Sepanjang pekan ini, pasar minyak menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi, dengan harga yang berfluktuasi dalam rentang hampir US$8. Berdasarkan laporan Bloomberg, lonjakan ekspektasi pasar terhadap opsi minyak bahkan sempat setara dengan kondisi saat invasi Rusia ke Ukraina. Namun, pernyataan dari juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, bahwa “masih ada peluang besar bagi negosiasi dengan Iran,” membuat para pelaku pasar menurunkan penilaian mereka terhadap risiko eskalasi militer.

 

“Pernyataan Leavitt telah mengurangi tekanan mendesak dari pasar. Untuk sementara, harga kemungkinan besar akan tetap bergerak dalam rentang fluktuatif antara US$70 hingga US$80 per barel,” ujar Robert Rennie, Kepala Riset Komoditas dari Westpac, kepada NDTV.

 

Meski demikian, ketegangan geopolitik tetap tinggi. Israel terus menggencarkan serangan terhadap instalasi nuklir Iran, meskipun hingga kini serangan tersebut belum berdampak langsung terhadap infrastruktur ekspor minyak Iran. Namun, adanya indikasi bahwa Iran tengah mempercepat laju ekspornya — terlihat dari padatnya aktivitas di terminal ekspor minyak Kharg Island — menunjukkan bahwa situasi masih sangat cair dan bisa berubah sewaktu-waktu.

 

Pasar juga terus mengamati perkembangan di Selat Hormuz, jalur penting distribusi energi global, tempat sekitar 20% pasokan minyak dunia melintasi wilayah sempit tersebut. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa Iran melakukan gangguan terhadap aktivitas pelayaran di wilayah itu.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.