Toyota Hentikan Produksi di Pabrik-Pabrik Jepang Akibat Gangguan Rantai Pasokan

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 29 August 2023 Waktu baca 5 menit

Toyota sedang menghentikan operasional di semua pabrik perakitan Jepangnya karena menghadapi masalah teknis yang telah mengganggu rantai pasokannya yang terorganisir dengan baik. Perusahaan otomotif terbesar di dunia berdasarkan penjualan mengumumkan pada hari Selasa bahwa 12 dari 14 pabrik pembuatan kendaraannya di negara tersebut telah dihentikan kegiatan produksinya karena ada masalah dalam sistem produksinya yang menghambat pemrosesan pesanan komponen otomotif. Dua fasilitas lainnya akan ditutup kemudian pada hari Selasa.

 

"Kami saat ini sedang menyelidiki penyebab masalah ini, dan pada tahap ini kami tidak berpikir bahwa kegagalan dalam sistem produksi ini disebabkan oleh serangan siber," kata juru bicara Toyota kepada CNN.

 

Toyota merupakan pelopor dari konsep produksi "just-in-time," yang berdasarkan pada pengiriman komponen-komponen ke pabrik perakitan dalam jumlah yang tepat sebelum komponen tersebut benar-benar diperlukan secara fisik. Sistem ini membantu menghemat ruang gudang dan biaya, namun juga rentan terhadap gangguan jika salah satu tautan dalam rantai ini terputus.

 

Tidak diketahui dengan pasti berapa kapasitas produksi yang akan terpengaruh. Gabungan produksi dari seluruh pabrik tersebut menyumbang sekitar sepertiga dari total produksi global perusahaan otomotif ini, menurut perhitungan Reuters.

 

Pihak perusahaan sedang berupaya untuk mengembalikan operasional normal dan akan membuat keputusan pada akhir hari Selasa mengenai apakah produksi akan dilanjutkan pada hari Rabu, tambah perwakilan perusahaan.

 

Toyota (TM) merupakan pemimpin global dalam penjualan mobil, dengan mengirimkan hampir 10,5 juta mobil tahun lalu. Hal ini dapat dibandingkan dengan Volkswagen (VLKAF), yang biasanya bersaing dengan perusahaan Jepang ini dalam hal penjualan global dan berhasil menjual 8,3 juta kendaraan pada tahun 2022.

 

Saham Toyota hampir tidak mengalami perubahan signifikan segera setelah berita ini muncul, dengan penurunan sebesar 0,2% di bursa Tokyo pada hari Selasa siang.

 

Tahun lalu, Toyota terpaksa menghentikan produksi di Jepang setelah mengalami serangan siber pada salah satu pemasoknya yang menyebabkan kegagalan sistem dan masalah serupa dalam memperoleh komponen otomotif. Penghentian produksi tersebut berlangsung selama satu hari.

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.